PLATFORM game asal Amerika Serikat, Roblox Corporation, memperkenalkan dua jenis akun berbasis usia, yakni Roblox Kids dan Roblox Select. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya perusahaan memenuhi regulasi perlindungan anak di ruang digital secara global, termasuk Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas) yang berlaku di Indonesia.
Vice President of Civility and Partnerships Roblox Tami Bhaumik mengatakan perusahaan telah menjalin komunikasi intensif dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk memastikan kepatuhan terhadap aturan yang berlaku.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Meski begitu, Komdigi masih menemukan celah dalam kebijakan baru tersebut—terutama terkait fitur komunikasi yang dinilai berisiko bagi anak-anak—sehingga pemerintah belum bisa menyatakan Roblox mematuhi PP Tunas.
Adapun peluncuran akun ini dijadwalkan pada awal Juni 2026, dengan tujuan menyesuaikan akses konten, pengaturan komunikasi, serta kontrol orang tua berdasarkan usia pengguna. Kedua jenis akun memiliki perbedaan utama pada akses konten dan fitur komunikasi. Apa saja perbedaannya?
Akun Roblox Kids
Akun Roblox Kids secara otomatis diberikan kepada pengguna usia 5–12 tahun yang telah melalui verifikasi usia. Akun ini hanya dapat mengakses game dengan label konten Minimal atau Mild yang telah melalui proses seleksi berlapis.
Selain itu, seluruh fitur komunikasi tidak dapat diakses secara bawaan. Tampilan aplikasi juga dibedakan dengan warna khusus untuk menandai bahwa akun tersebut merupakan Roblox Kids.
Akun Roblox Select
Sementara itu, akun Roblox Select ditujukan bagi pengguna usia 13–15 tahun. Akun ini memungkinkan akses ke game dengan label konten hingga Moderate yang telah dikurasi.
Pengguna Roblox Select dapat menggunakan fitur chat, namun terbatas hanya dengan teman tepercaya (trusted friends) dan tetap memerlukan persetujuan orang tua.
Selain perbedaan tersebut, kedua jenis akun ini terhubung dengan sistem kontrol orang tua yang diperluas. Orang tua dapat mengatur rating konten, membatasi waktu layar, hingga mengelola akses pembelian dalam game melalui satu dashboard terpadu.
Kedua jenis akun ini juga disertai sistem verifikasi usia berbasis estimasi wajah untuk memastikan pengguna mengakses konten sesuai kelompok umur. “Artinya, ketika kami memperkenalkan estimasi usia melalui wajah, kami ingin mengetahui siapa saja yang ada di platform serta usia mereka, agar kami bisa memastikan pengalaman, komunikasi, dan jenis permainan yang mereka akses sesuai dengan kelompok usia mereka,” tutur Tami.
Di Indonesia, seluruh pengguna di bawah usia 16 tahun diwajibkan mendapatkan persetujuan orang tua terverifikasi. Tanpa verifikasi tersebut, pengguna tidak dapat mengakses fitur chat maupun game dengan rating Moderate ke atas.
Roblox juga menerapkan sistem akun yang akan berubah seiring pertumbuhan usia pengguna. Akun Roblox Kids akan otomatis beralih menjadi Roblox Select saat pengguna mencapai usia 13 tahun, dan kemudian menjadi akun standar saat berusia 16 tahun.
Selain itu, Roblox memastikan seluruh konten yang dapat diakses pengguna di bawah 16 tahun telah melalui proses moderasi, termasuk pemindaian berbasis AI, peninjauan laporan pengguna, serta evaluasi real-time terhadap konten dalam game. Platform ini juga mengintegrasikan sistem rating dengan standar Indonesia melalui IGRS dan akan bertransisi ke kerangka global International Age Rating Coalition (IARC).


















































