Rayakan HUT ke-81 RI, PTFI Serukan Semangat Bangkit Bersama dari Timur Indonesia

2 hours ago 4

INFO TEMPO - PT Freeport Indonesia (PTFI) menggelar upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 dengan mengusung tema “One Freeport dari Timur Indonesia, Kita Bangkit Bersama.” Kegiatan tersebut dilaksanakan di Alun-Alun Kuala Kencana, Mimika, Papua Tengah, pada Senin, 17 Agustus 2026, dengan Tony Wenas, Presiden Direktur PT Freeport Indonesia bertindak sebagai Inspektur Upacara.

Dalam amanatnya, Tony mengatakan bahwa peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi momentum untuk memperkuat semangat One Freeport. Dari berbagai lokasi, mulai dari Tembagapura, Kuala Kencana, Nabire, Jakarta, hingga Gresik, seluruh keluarga besar Freeport Indonesia membaur menjadi satu dalam semangat kebersamaan.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Kita hadir dengan satu tekad dan satu tujuan yakni menjalankan kegiatan produksi secara aman dan selamat, serta terus memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara. Semangat ini sejalan dengan cita-cita Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur,” ujarnya.

Tony mengatakan, hampir 60 tahun beroperasi di Papua, PTFI telah menghadapi berbagai tantangan, salah satunya adalah insiden luncuran material basah di Tambang Bawah Tanah Grasberg Block Cave (GBC) pada 8 September 2025 yang menyebabkan tujuh pekerja meninggal dunia. Selain itu, ada juga insiden keamanan pada kuartal pertama 2026 yang menyebabkan dua pekerja meninggal dunia.

“Mereka, sembilan orang yang telah gugur mendahului kita, bukan sekadar karyawan. Mereka adalah bagian dari keluarga besar Freeport Indonesia. Dan tidak ada kejadian yang lebih menyedihkan daripada kehilangan anggota keluarga kita sendiri,” katanya.

Tony menegaskan, peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa keselamatan dan keamanan merupakan hal yang penting. PTFI pun terus memperkuat budaya Safety, sistem pengamanan, serta melakukan pemulihan operasi tambang secara bertahap. “Safety merupakan bagian inti dari nilai perusahaan kita, SINCERE, yang menjadi landasan utama perilaku kita yakni Safety, Integrity, Commitment, Respect, dan Excellence,” katanya.

Peristiwa tersebut juga menunjukkan bahwa tantangan yang dihadapi perusahaan tidak hanya berasal dari aspek operasional, tetapi juga dari aspek keamanan. Karena itu, kewaspadaan dan kesiapsiagaan harus terus dijaga.

Di tengah berbagai tantangan tersebut, PTFI juga terus melakukan pemulihan operasi tambang secara bertahap. Tony mengatakan, proses pemulihan operasional tidak lepas dari kerja keras dan ketangguhan Recovery Team serta koordinasi seluruh tim Operation dan Support.

“Recovery tambang bawah tanah tersebut bukanlah pekerjaan yang mudah. Sekitar 800.000 ton material lumpur basah harus dipindahkan. Infrastruktur dan alat berat mengalami kerusakan, lokomotif dan gerbong tertimbun, telekomunikasi terputus, serta ventilasi raksasa harus diganti,” ujarnya

Dengan semangat kebersamaan, ketangguhan, serta komitmen terhadap keselamatan, ia optimistis perusahaan dapat melewati masa pemulihan dan melangkah menuju masa depan yang lebih baik bagi pekerja, masyarakat, bangsa, dan negara.

Adapun di tengah proses pemulihan, Tony juga menyampaikan sejumlah pencapaian yang menunjukkan komitmen PTFI untuk terus berinvestasi dan tumbuh bersama masyarakat dalam jangka panjang. Berkat kerja yang solid, kapasitas produksi diproyeksikan dapat mencapai sekitar 65 persen pada akhir semester kedua tahun ini. PTFI menargetkan produksi sekitar 800 juta pound tembaga dan 700 ribu ounce emas.

“Ke depan, kapasitas produksi diharapkan meningkat hingga sekitar 75 persen pada pertengahan tahun 2027, dan secara bertahap mendekati kapasitas produksi penuh pada akhir tahun 2027,” katanya.

Selain itu, saat ini juga Smelter PTFI di Gresik telah siap untuk kembali beroperasi. Bersama Smelter PT Smelting, keduanya akan memiliki kapasitas pemurnian sebesar 3 juta ton konsentrat tembaga per tahun.

“Pencapaian ini menjadikan Gresik sebagai pusat pemurnian mineral terbesar dalam sejarah hilirisasi Indonesia. Hal ini sekaligus menegaskan komitmen nyata PTFI dalam meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri dan mendukung pertumbuhan industri nasional,” tegasnya.

Selain itu, ia menyampaikan bahwa pada Februari 2026, Pemerintah, Freeport-McMoRan, dan PTFI menandatangani MOU perpanjangan IUPK PTFI . Pada pertengahan Juni 2026, PTFI juga mengajukan permohonan perpanjangan IUPK kepada pemerintah melalui Kementerian ESDM.

“Langkah ini sangat penting untuk memastikan keberlanjutan pertambangan dan investasi jangka panjang, menjaga lapangan kerja bagi sekitar 30 ribu pekerja, mempertahankan kontribusi kepada negara serta melanjutkan program pengembangan masyarakat kita di masa mendatang,” ujarnya.

Pengembangan Tambang Bawah Tanah Kucing Liar, yang akan menjadi salah satu sumber produksi utama perusahaan di masa depan juga terus berjalan. Investasi pengembangan tambang bawah tanah ini telah mencapai sekitar Rp25 triliun dan secara keseluruhan akan mencapai sekitar Rp72 triliun. Tambang ini diproyeksikan menghasilkan lebih dari 7 miliar pound tembaga dan 6 juta ounce emas sepanjang masa operasinya.

“Investasi ini menunjukkan bahwa di tengah masa pemulihan, PTFI tetap melangkah maju dan terus membangun fondasi bagi keberlanjutan perusahaan serta manfaatnya bagi bangsa dan negara,” kata Tony.

Ia menambahkan, sepanjang tahun 2025, PTFI telah memberikan kontribusi kepada negara sebesar Rp75 triliun, termasuk sekitar Rp13 triliun yang merupakan bagian bagi Pemerintah Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, dan kabupaten lainnya di Papua Tengah.

“Kontribusi tersebut mencerminkan komitmen kita yang tidak pernah surut untuk memberikan manfaat nyata bagi negara dan masyarakat, meskipun kita menghadapi berbagai tantangan,” ucapnya.

Pada kesempatan tersebut, Tony juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat di sekitar wilayah tambang dan masyarakat Papua pada umumnya, yang terus mendukung proses pemulihan. Selain itu  ia juga berterima kasih kepada pemerintah pusat, pemerintah daerah, POLRI dan TNI, para tokoh agama, tokoh adat, serta tokoh masyarakat yang telah bahu-membahu bersama melewati masa-masa sulit operasional.

Ia juga mengingatkan bahwa PTFI harus terus hidup berdampingan, bekerja, dan tumbuh bersama masyarakat lokal, sekaligus menjaga kelestarian alam sebagai bagian dari komitmen terhadap keberlanjutan.

“Prinsip ini bukan sekadar slogan. Prinsip ini telah diwujudkan melalui berbagai aksi nyata dan harus terus kita lanjutkan bersama,” ujarnya. “Dari Timur Indonesia, dari Tanah Papua untuk Indonesia, Freeport Bangkit!” (*)

Read Entire Article
Parenting |