Proposal Israel untuk Negosiasi dengan Libanon

1 day ago 17

MASALAH penempatan pasukan Israel di Libanon bagian selatan akan menjadi bagian dalam pembicaraan gencatan senjata Israel-Libanon di Washington, DC, Amerika Serikat, pada Selasa 14 April 2026. Hal itu dilaporkan Channel 14 Israel.

Saluran berita tersebut mengatakan draf tersebut disiapkan oleh mantan Menteri Urusan Strategis Israel Ron Dermer, salah satu penasihat terdekat Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan mantan duta besar Israel untuk AS.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Anadolu juga melaporkan Israel telah mengajukan proposal kepada Libanon agar mengizinkan kehadiran militer Israel dalam jangka panjang di Lebanon selatan dengan persetujuan Beirut. 

Menurut laporan tersebut, dalam proposal Israel Lebanon selatan akan dibagi menjadi tiga zona. Mereka juga mensyaratkan penarikan pasukan Israel tergantung pada pembubaran kelompok Hizbullah.

Zona pertama akan membentang dari perbatasan Israel hingga apa yang disebut garis kuning, sekitar 7 hingga 8 kilometer di dalam Lebanon, di mana pasukan Israel akan mempertahankan kehadiran militer jangka panjang dan intensif.

Pasukan Israel akan tetap berada di daerah tersebut sampai Hizbullah sepenuhnya dibubarkan dan semua senjatanya disingkirkan, menurut laporan tersebut.

Zona kedua akan membentang dari garis kuning hingga Sungai Litani, di mana pasukan Israel akan terus beroperasi melawan Hizbullah sebelum secara bertahap menyerahkan kendali kepada tentara Lebanon.

Di utara Sungai Litani, tanggung jawab untuk pelucutan senjata Hizbullah akan sepenuhnya berada di tangan tentara Lebanon, menurut laporan tersebut.

Channel 14 mengatakan para pejabat Israel secara pribadi mengakui bahwa pelucutan senjata penuh Hizbullah di utara Litani tidak mungkin terjadi dalam waktu dekat. Namun, mereka percaya bahwa Beirut dapat menerima kehadiran militer Israel yang berkelanjutan di "zona keamanan" selatan sebagai imbalannya.

Laporan tersebut menambahkan bahwa proposal tersebut juga mencakup prospek perjanjian perdamaian akhir antara Israel dan Libanon. Kendati demikian, perjanjian tersebut hanya akan berlaku setelah Hizbullah sepenuhnya dilucuti senjatanya.

Para pejabat Israel dan Libanon diperkirakan akan bertemu di Washington, DC pada Selasa di bawah sponsor Amerika Serikat untuk membahas proposal tersebut.

Sebelumnya pada Senin, penyiar publik Israel KAN melaporkan bahwa duta besar Israel untuk AS, Yechiel Leiter, akan memimpin delegasi Israel bersama Dermer.

Kepresidenan Lebanon mengumumkan rencana pertemuan tersebut pada Jumat, meski dikecam Hizbullah.

Read Entire Article
Parenting |