AMBISI untuk bangkit membayangi Liverpool saat menjamu Paris Saint-Germain (PSG) pada leg kedua perempat final Liga Champions di Anfield, Rabu, 15 April 2026, pukul 02.00 WIB. Tertinggal agregat 0-2, The Reds membutuhkan kemenangan setidaknya tiga gol untuk membalikkan keadaan.
Pelatih Liverpool Arne Slot meyakini timnya masih punya peluang menciptakan momen membalikkan keadaan. “Ada keyakinan bahwa kami bisa melakukan hal-hal spesial, tapi kami harus benar-benar spesial untuk mewujudkannya,” kata Slot, dikutip dari laman resmi klub, Senin, 13 April 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Pada leg pertama di Paris, Liverpool tampil di bawah tekanan. Pendekatan tak biasa dengan lima bek membuat mereka hanya menguasai 26 persen bola dan mencatat expected goals (xG) sebesar 0,17, menurut Sofascore. Mereka bahkan berpotensi kalah lebih telak jika bukan karena penampilan gemilang kiper Giorgi Mamardashvili.
Slot memastikan pendekatan di Anfield tidak akan sepenuhnya berubah. Ia menolak anggapan bahwa timnya akan bermain bertahan total. “Orang-orang yang mengenal saya tahu saya tidak pernah meminta tim bertahan sepanjang 90 menit. Di Paris, kami juga sempat menekan mereka,” ujarnya.
Menurut dia, kunci membalikkan keadaan adalah memulai laga dengan agresif dan mencetak gol lebih dulu. Gol awal, kata Slot, akan membuka peluang dan mengubah dinamika pertandingan.
Selain aspek taktik, Slot menaruh harapan besar pada atmosfer Anfield. Ia berharap dukungan suporter lebih lantang dibanding pertemuan musim lalu, ketika Liverpool tersingkir lewat adu penalti. “Saya pikir para penggemar siap memberikan dorongan ekstra, dan itu bisa membuat lawan menghadapi sesuatu yang tidak mereka duga,” kata pelatih asal Belanda tersebut.
Optimisme serupa disuarakan gelandang Dominik Szoboszlai. Ia menilai Liverpool memiliki kualitas dan mentalitas untuk membalikkan keadaan. “Saya percaya karena tahu kemampuan tim ini. Kami sudah menunjukkannya berkali-kali,” ujar pemain berusia 25 tahun itu.
Szoboszlai menegaskan seluruh elemen tim harus tampil maksimal, termasuk dukungan dari tribun. “Anfield akan memberi dampak besar. Kami sudah melihatnya berkali-kali,” katanya.
Namun, ia juga menyinggung tantangan kebugaran. Liverpool baru saja menjalani laga domestik melawan Fulham, sementara PSG mendapat waktu istirahat lebih panjang setelah jadwal liganya disesuaikan. “Mereka punya waktu lebih untuk pulih dan menganalisis. Tapi kami harus menghadapinya, itu bagian dari pekerjaan kami,” ujar Szoboszlai, yang musim ini mencatatkan 12 gol dan delapan assist.
Sementara itu, pelatih PSG Luis Enrique justru mengingatkan timnya untuk tidak terlena dengan keunggulan dua gol. Ia menyebut leg kedua sebagai situasi yang penuh jebakan. “Ini seperti perangkap. Semua orang bilang kami menang mudah 2-0, tapi situasi bisa berubah sangat cepat,” kata Enrique, dikutip dari ESPN.
Gol Desire Doue dan Khvicha Kvaratskhelia di Parc des Princes memang memberi PSG keunggulan nyaman. Namun Enrique menegaskan timnya harus tetap bermain dengan pendekatan yang sama seperti leg pertama. Menurut dia, Liverpool akan tampil menyerang sejak awal sehingga PSG harus siap menghadapi tekanan. “Mereka akan mencoba mencetak gol cepat. Kami harus memastikan tim siap menghadapi kesulitan. Ini tidak akan mudah,” ujarnya.
Pertemuan ini menjadi ulangan duel kedua tim di fase gugur musim lalu, ketika PSG menyingkirkan Liverpool lewat adu penalti. Enrique menilai pengalaman tersebut menunjukkan pentingnya konsistensi, terlepas dari hasil leg pertama. “Kami sudah menunjukkan kemampuan untuk mengatasi kesulitan. Itu yang terpenting,” kata dia.


















































