Reaksi ITB Soal Konten Video Lagu Erika

13 hours ago 5

Himpunan Mahasiswa Tambang Institut Teknologi Bandung meminta maaf atas beredarnya lagu berjudul Erika. Lagu yang dimainkan Orkes Semi Dangdut (OSD) HMT-ITB pada 1980-an itu belakangan beredar di media sosial. Lagu tersebut mendapat sorotan publik karena mengandung unsur pelecehan terhadap perempuan.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Menyikapi beredarnya konten yang menimbulkan keresahan publik, ITB memandang peristiwa ini sebagai momentum penting untuk memperkuat budaya kampus yang menjunjung etika, penghormatan terhadap martabat manusia, serta pencegahan segala bentuk kekerasan, termasuk kekerasan seksual verbal,” kata Direktur Komunikasi dan Hubungan Masyarakat ITB Neneng Nurlaela Arief dalam keterangannya pada Rabu, 15 April 2026. 

HMT ITB menyatakan konten video tersebut tidak mencerminkan nilai-nilai yang seharusnya dijunjung di lingkungan akademik dan organisasi kemahasiswaan. HMT-ITB juga menyatakan tidak membenarkan segala bentuk tindakan yang merendahkan martabat individu maupun kelompok mana pun.

Sebagai tindak lanjut, HMT-ITB telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menurunkan konten video dan audio dari kanal resmi organisasi serta akun-akun terafiliasi, termasuk video lama yang kembali beredar di masyarakat. Selain itu, ITB melakukan evaluasi internal secara menyeluruh terhadap konten, pelaksanaan, dan pengawasan kegiatan.

"Sekaligus peninjauan ulang terhadap standar dan pedoman organisasi agar semakin selaras dengan nilai-nilai etika di lingkungan kampus dan masyarakat,” kata Nurlaela.

Komitmen tersebut, menurut dia, sejalan dengan langkah pembinaan yang telah dilakukan ITB, di antaranya kampanye etika berpenampilan dan etika komunikasi mahasiswa melalui pesan singkat yang digagas Direktorat Persiapan Bersama (Ditsama) ITB.

Kampanye ini menekankan pentingnya sikap sopan, hormat, tanggung jawab, dan kedewasaan mahasiswa dalam berpenampilan maupun berkomunikasi di lingkungan akademik. 

Penguatan itu kemudian diperluas melalui kampanye etika mahasiswa dan literasi media sosial di lingkungan kampus. Dalam kampanye ini, ITB mengajak mahasiswa untuk memahami pencegahan kekerasan seksual, baik fisik maupun verbal, sekaligus menggunakan media sosial secara bijak, kritis, santun, dan bertanggung jawab.

“Mahasiswa didorong untuk menjaga sikap, menghargai sesama, memeriksa fakta sebelum menyampaikan informasi, serta menyampaikan pendapat dan kritik secara konstruktif tanpa menyerang pihak lain,” ujarnya.

Dalam upaya pencegahan dan penanganan kekerasan, ITB telah menetapkan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (PPK) yang menaungi seluruh kampus ITB di Ganesha, Jatinangor, Cirebon, dan Jakarta. Satgas ini berperan dalam memperkuat sosialisasi, pencegahan, serta menyediakan kanal konsultasi dan pelaporan bagi warga kampus. 

Read Entire Article
Parenting |