CANTIKA.COM, Jakarta - Solo Camping For Two (judul Jepang: Futari Solo Camp) adalah anime slice of life yang tayang pada 2025, diadaptasi dari manga karya Yudai Debata. Mengusung tema alam, kesendirian, dan hubungan antarmanusia yang tumbuh secara perlahan, anime ini menawarkan pengalaman menonton yang tenang dan reflektif, cocok bagi penikmat cerita santai dan pecinta aktivitas outdoor.
Berikut review lengkap dari Solo Camping For Two.
Sinopsis Solo Camping For Two
Cerita berfokus pada Gen Kinokura, pria berusia 34 tahun yang menjadikan solo camping sebagai cara untuk menenangkan diri dari hiruk-pikuk kehidupan sehari-hari. Ia menikmati kesendirian, keteraturan, dan rutinitas camping yang telah ia kuasai selama bertahun-tahun.
Suatu hari, Gen bertemu dengan Shizuku Kusano, perempuan muda yang ceria dan penuh semangat, tetapi sama sekali belum berpengalaman dalam dunia camping. Pertemuan tak terduga ini melahirkan konsep unik bernama solo camping for two, berkemah di lokasi yang sama, tetapi tetap menjaga ruang dan kemandirian masing-masing.
Dari sinilah dinamika keduanya berkembang, bukan melalui konflik besar, melainkan lewat interaksi sederhana, percakapan ringan, dan pengalaman bersama di alam terbuka.
Daya Tarik Anime Solo Camping For Two
Nuansa Alam yang Menenangkan
Solo Camping For Two menghadirkan suasana alam yang tenang dan intim. Adegan memasang tenda, menyalakan api unggun, hingga menikmati malam di bawah langit berbintang menjadi kekuatan utama anime ini. Meski kualitas visualnya tidak selalu konsisten, atmosfer santai yang dibangun tetap berhasil menciptakan pengalaman menonton yang menenangkan.
Anime ini cocok ditonton saat ingin rehat dari cerita berat atau penuh konflik.
Edukatif soal Camping dan Aktivitas Outdoor
Salah satu nilai lebih dari Solo Camping For Two adalah penyajian pengetahuan camping yang realistis. Penonton diajak mengenal berbagai perlengkapan, teknik memasak sederhana di alam, hingga etika berkemah.
Bagi penonton yang tertarik mencoba camping, anime ini terasa informatif tanpa terkesan menggurui.
Karakter Dewasa dengan Relasi yang Natural
Berbeda dari banyak anime slice of life bertema alam yang menampilkan karakter remaja, Solo Camping For Two menghadirkan sudut pandang dewasa. Hubungan Gen dan Shizuku berkembang secara perlahan, tanpa drama berlebihan atau romansa instan.
Interaksi mereka terasa realistis, penuh batasan, dan dibangun dari proses saling memahami. Hal ini membuat ceritanya terasa lebih membumi dan relatable bagi penonton usia dewasa muda hingga milenial.
Kekurangan Solo Camping For Two
Pacing Cerita yang Terlalu Lambat bagi Sebagian Penonton
Karena mengusung konsep slice of life yang sangat santai, beberapa episode terasa repetitif. Aktivitas seperti memasak atau persiapan camping kadang memakan durasi cukup panjang, sehingga alur cerita terasa berjalan di tempat bagi penonton yang mengharapkan progres cepat.
Kualitas Animasi yang Kurang Maksimal
Tema alam seharusnya menjadi kekuatan visual, namun dalam praktiknya, kualitas animasi Solo Camping For Two dinilai standar. Detail latar dan lanskap belum sepenuhnya memaksimalkan potensi keindahan alam yang ditampilkan dalam ceritanya.
Karakter Shizuku yang Terasa Mengganggu di Awal
Shizuku menjadi karakter yang cukup memecah pendapat. Energinya yang berlebihan di episode awal dianggap mengganggu nuansa tenang yang ingin dibangun anime ini. Meski seiring waktu karakternya berkembang, kesan awal ini cukup memengaruhi pengalaman menonton sebagian penonton.
Verdict: Apakah Solo Camping For Two Layak Ditonton?
Solo Camping For Two cocok untuk kamu yang menyukai:
Anime slice of life dengan tempo lambat dan nuansa reflektif
Cerita bertema alam, camping, dan kehidupan sederhana
Hubungan karakter yang berkembang natural tanpa drama berlebihan
Namun, anime ini mungkin kurang cocok jika kamu mencari:
Cerita penuh aksi atau konflik intens
Visual animasi yang sangat detail dan sinematik
Solo Camping For Two bukan anime yang berusaha tampil spektakuler. Kekuatannya justru terletak pada kesederhanaan, keheningan, dan kedekatan emosional yang dibangun melalui pengalaman kecil di alam terbuka.
Bagi penonton yang ingin menikmati anime sebagai teman rehat setelah hari panjang, anime Solo Camping For Two bisa menjadi pilihan yang hangat, menenangkan, dan bermakna.
Pilihan Editor: Review Film Chainsaw Man The Movie: Reze Arc, Ketika Kisah Cinta Malah Penuh Emosi, Aksi, dan Betrayal
Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.



































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4548967/original/094336900_1692782124-tanaphong-toochinda-FEhFnQdLYyM-unsplash.jpg)














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5327418/original/014991800_1756180726-alexandr-podvalny-TciuHvwoK0k-unsplash.jpg)