Roblox Penuhi PP Tunas dengan Akun Khusus Berbasis Usia

1 day ago 13

PLATFORM game asal Amerika Serikat, Roblox, resmi memperkenalkan dua jenis akun berbasis usia, yakni Roblox Kids dan Roblox Select. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya perusahaan memenuhi regulasi perlindungan anak di ruang digital, termasuk Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas) yang berlaku di Indonesia.

Vice President of Civility and Partnerships Roblox Tami Bhaumik menyatakan perusahaan telah menjalin komunikasi intensif dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk memastikan kepatuhan terhadap aturan yang berlaku.

“Saya pikir hubungan kami dengan pemerintah Indonesia sangat sejalan, terutama dalam hal memprioritaskan keselamatan anak-anak. Sejak awal tahun, pada Januari, kami telah menyesuaikan diri dengan standar aturan,” kata Tami dalam media briefing di Jakarta, Selasa, 14 April 2026.

Dalam skema ini, Tami menjelaskan, akun Roblox Kids ditujukan bagi anak usia hingga 12 tahun, sementara Roblox Select untuk usia 13 hingga 15 tahun. Kebijakan ini juga disertai sistem verifikasi usia berbasis estimasi wajah untuk memastikan pengguna mengakses konten sesuai kelompok umur.

“Artinya, ketika kami memperkenalkan estimasi usia melalui wajah, kami ingin mengetahui siapa saja yang ada di platform serta usia mereka, agar kami bisa memastikan pengalaman, komunikasi, dan jenis permainan yang mereka akses sesuai dengan kelompok usia mereka,” tuturnya.

“Jadi kami melakukan segala hal yang kami bisa untuk memastikan Roblox aman, sehat, dan sesuai untuk anak-anak,” ucap Tami melanjutkan.

Roblox juga menekankan pembatasan fitur berdasarkan kategori usia. Pengguna Roblox Kids tidak akan memiliki akses ke fitur chat, sementara pengguna Roblox Select hanya dapat mengakses konten tertentu dengan batasan ketat.

Selain itu, konten yang tersedia akan melalui proses verifikasi berlapis dan hanya dapat dibuat oleh pengembang yang telah terverifikasi. Langkah ini dilakukan untuk memastikan keamanan dan kesesuaian konten bagi anak-anak.

Tami menyebut komunikasi dengan pemerintah Indonesia berjalan positif dan produktif. “Kami memiliki percakapan yang sangat baik dan produktif dengan Komdigi. Mereka sangat kooperatif. Jadi saya sangat optimistis dan yakin bahwa kami akan mencapai kemitraan yang kuat untuk terus meningkatkan keselamatan dan menghadirkan solusi inovatif bagi anak-anak di Indonesia.”

Perusahaan juga memastikan pembahasan dengan pemerintah masih berlangsung dan keputusan final terkait implementasi kebijakan ini akan segera diumumkan. “Kami akan terus melanjutkan pembicaraan dengan Komdigi minggu ini. Semuanya berjalan secara real time. Jadi saya memperkirakan keputusan akan diambil dalam waktu yang sangat dekat.”

Kemarin, Menteri Komdigi Meutya Hafid menyatakan pemerintah menunggu respons para platform digital TikTok, Roblox, dan Google hingga hari ini untuk memenuhi kewajiban mematuhi PP Tunas secara penuh.

Seperti dilaporkan Antara, ketiga platform itu sejak PP Tunas diberlakukan pada 28 Maret 2026 tercatat belum mematuhi secara penuh aturan tersebut. TikTok dan Roblox dikategorikan merupakan platform yang kooperatif sebagian dan Google sebagai pemilik YouTube tidak menunjukkan itikad untuk patuh pada aturan ini.

Pilihan Editor: Apple Uji Empat Desain Kacamata Pintar, Kapan Rilis?

Read Entire Article
Parenting |