PRESIDEN Prabowo Subianto akan menerima kunjungan Perdana Menteri (PM) Singapura Lawrence Wong di Istana Kepresidenan Jakarta pada Senin, 6 Juni 2026. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan kedua pemimpin akan menandatangani sejumlah nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU).
Menurut Teddy, pertemuan kali ini adalah agenda rutin antara kepala negara Indonesia dan Singapura. "Pertemuan tahunan Presiden RI dan PM Singapura," kata Teddy kepada wartawan pada Senin ini.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Ia menyampaikan, Presiden Prabowo dan PM Wong akan menyepakati sejumlah rencana kerja sama. Namun, Teddy tak mengungkapkan detail kesepakatan tersebut. "Akan ada 26 kesepakatan atau MoU yang ditandatangani nanti," ucap perwira Angkatan Darat berpangkat letnan kolonel ini.
PM Wong akan mengikuti Pertemuan Tahunan Pemimpin Singapura-Indonesia atau Leaders’ Retreat di Jakarta pada Senin ini. Acara tersebut menjadi yang kedua kalinya, setelah Leaders’ Retreat terakhir saat Prabowo menemui Wong di Singapura pada 2025 lalu.
Perdana Menteri Wong dalam kunjungan ke Jakarta ini akan didampingi oleh Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Perdagangan dan Industri Gan Kim Yong, Menteri Koordinator Bidang Pelayanan Publik sekaligus Menteri Pertahanan Chan Shun Sing, dan Menteri Luar Negeri Vivian Balakrishnan.
Selain itu, Wong juga akan didampingi Menteri Pembangunan Sosial dan Keluarga Masagos Zulkifli dan Menteri Tenaga Kerja dan Menteri yang bertanggung jawab atas Energi dan Sains & Teknologi Tan See Leng.
Pada Senin, 16 Juni 2025, Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong mengukuhkan kemitraan baru dalam Leaders’ Retreat tahunan yang digelar di Parliament House, Singapura. Pertemuan perdana antara dua pemimpin itu menghasilkan 19 kesepakatan strategis lintas sektor, dari pertahanan hingga energi hijau.
Kala itu, Presiden Prabowo menyebut Leaders’ Retreat sebagai forum yang sangat produktif dan sukses. Dalam konferensi pers bersama, ia menegaskan bahwa dirinya dan PM Wong telah berdiskusi secara empat mata dan menyepakati kerja sama konkret.
Ervana Trikarinaputri berkontribusi dalam penulisan artikel ini

















































