Trump: Negosiasi dengan Iran Bisa Dilanjutkan Dua Hari Lagi

4 hours ago 2

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan optimisme tentang kemungkinan dimulainya kembali perundingan dengan Iran, yang disebutnya bisa terjadi dalam dua hari ke depan di Pakistan.

"Sesuatu bisa terjadi dalam dua hari ke depan,” kata Trump dalam wawancara telepon dengan New York Post yang berada di Islamabad pada Selasa seperti dilansir Anadolu. "Tahukah Anda mengapa? Karena marsekal lapangan melakukan pekerjaan yang hebat."

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Trump merujuk pada Marsekal Lapangan Pakistan Jenderal Asim Munir, yang memiliki hubungan kuat dengan Trump ketika ia berupaya menengahi penyelesaian konflik Pakistan-India tahun lalu.

"Dia fantastis, dan karena itu kemungkinan besar kami akan kembali ke sana," kata Trump.

Sekitar satu jam sebelum pernyataan tersebut, Trump berusaha meredam prospek kembalinya perundingan dengan Iran di Pakistan, kepada Post dalam panggilan telepon terpisah.

“Kami mungkin akan pergi ke lokasi lain. Kami sudah mulai memikirkan lokasi lain (untuk perundingan),” ujarnya.

Tidak jelas apa yang berubah antara kedua panggilan telepon tersebut.

Seorang pejabat Gedung Putih secara terpisah mengonfirmasi bahwa pembicaraan lanjutan dengan Iran masih dipertimbangkan menjelang potensi berakhirnya gencatan senjata jangka pendek pada Selasa pekan depan.

"Pembicaraan selanjutnya sedang dibahas tetapi belum ada yang dijadwalkan saat ini," kata pejabat tersebut.

Respon Iran

Iran tetap menjalin kontak dengan Pakistan, tetapi belum ada kesepakatan yang tercapai mengenai putaran pembicaraan selanjutnya dengan AS, kata sebuah sumber Iran kepada kantor berita IRNA pada Selasa seperti dikutip Anadolu.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah delegasi Iran dan AS mengadakan pembicaraan langsung yang jarang terjadi di Islamabad pada Sabtu yang bertujuan untuk mengakhiri konflik mereka. Namun, pembicaraan tersebut berakhir tanpa kesepakatan apa pun pada Ahad.

Lebih dari 3.300 orang tewas dalam serangan udara AS-Israel di Iran sejak 28 Februari, menurut otoritas Iran. Teheran membalas dengan serangan rudal dan drone yang menargetkan Israel, Irak, Yordania, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS sebelum gencatan senjata selama dua pekan diumumkan pekan lalu.

Perang yang melibatkan Iran, AS, dan Israel telah memicu lonjakan harga minyak dunia karena blokade Teheran di Selat Hormuz.

Namun, ketika perundingan pertama Iran-AS di Islamabad pekan lalu gagal menghasilkan kesepakatan, Trump justru memerintahkan Angkatan Laut AS untuk memblokade jalur maritim strategis tersebut.

Trump mengecam negara-negara Eropa karena menolak ikut serta dalam upaya membuka kembali Selat Hormuz.

Sebaliknya, banyak pemimpin Eropa justru menyalahkan Trump karena mulai memerangi Iran tanpa berkonsultasi dengan mereka.

Read Entire Article
Parenting |