PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump menegaskan pada Ahad 7 Juni 2026 bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu "tidak punya pilihan" selain menerima kesepakatan nuklir apa pun yang dicapai Washington dengan Teheran.
Seperti dilaporkan Yeni Safak, Trump menegaskan bahwa hanya dialah yang mengendalikan keputusan kebijakan luar negeri Amerika setelah serangan rudal Iran terhadap Israel.
Dalam wawancara telepon dengan Financial Times yang berbasis di Inggris, Trump menolak anggapan adanya pengaruh Israel terhadap strategi diplomatik AS.
"Dia tidak akan punya pilihan," kata Trump. "Saya yang menentukan. Saya yang menentukan semuanya. Dia tidak menentukan."
Pernyataan Trump muncul setelah Iran meluncurkan rudal balistik ke target di Israel, pelanggaran paling signifikan terhadap gencatan senjata yang dicapai pada awal April. Namun, Israel telah berulang kali melanggar gencatan senjata, terutama ke Libanon dan Gaza. Iran menegaskan bahwa serangan kali ini merupakan pembalasan atas serangan brutal Israel terhadap Libanon selatan yang menjadi basis Hizbullah, kekuatan bersenjata dan politik Syiah di Libanon.
Dalam komentar sebelumnya kepada stasiun televisi AS Fox News, presiden AS telah mengindikasikan bahwa ia akan menginstruksikan Netanyahu untuk tidak membalas Iran. Laporan selanjutnya oleh media Axios dan media Israel mengkonfirmasi bahwa kedua pemimpin telah menyelesaikan percakapan telepon mengenai masalah tersebut.
Tak Akan Gagalkan Negosiasi
Meskipun terjadi serangan rudal, Trump mengatakan kepada Financial Times bahwa ia akan terus mengejar kesepakatan dengan Teheran. Ia bahkan menegaskan bahwa serangan tersebut tidak akan memengaruhi upaya diplomatik.
"Ini tidak akan berdampak pada kesepakatan," katanya. "Kesepakatan itu mungkin berhasil berdasarkan keunggulannya sendiri, atau tidak, tetapi ini tidak akan berpengaruh padanya."
Serangan Iran terjadi setelah serangan Israel berulang kali terhadap target di Libanon meskipun ada beberapa gencatan senjata yang dimediasi AS. Ini termasuk serangan terhadap posisi Hizbullah di ibu kota Lebanon, Beirut, pada Ahad yang memicu respons rudal Iran.
Opsi Militer
Jika negosiasi akhirnya gagal, Trump mengatakan akan mempertimbangkan tindakan militer terhadap Iran atau blokade ekonomi yang lebih intensif terhadap negara tersebut.
"Itu berarti bahwa mungkin kami akan masuk dan mengurus sisa tempat yang belum kita urus secara militer," katanya. Meski demikian, ia menambahkan bahwa blokade telah terbukti lebih merusak daripada serangan militer.
Teheran telah menyatakan bahwa gencatan senjata permanen Israel di Libanon akan menjadi prasyarat untuk setiap perjanjian dengan AS. Iran menghubungkan setiap terobosan diplomatik dalam pembicaraan nuklir dengan penghentian permusuhan di negara tetangga tersebut. Republik Islam Iran telah berulang kali mensyaratkan partisipasinya dalam negosiasi nuklir dengan penghentian operasi militer Israel di Libanon.














































