Trump Tantang Obama di Pilpres AS 2028, Mungkinkah?

1 day ago 4

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan ingin sekali bertarung melawan mantan Presiden Barack Obama dalam pemilihan presiden 2028 untuk masa jabatan ketiga. Konstitusi AS melarang presiden AS maju lagi untuk masa jabatan yang ketiga.

"Saya ingin sekali. Itu akan menjadi pertarungan yang bagus. Saya menyukainya," ujar Trump kepada wartawan di ruang Oval, Gedung Putih, saat ditanya tentang kemungkinan skenario tersebut pada Senin, 31 Maret 2025.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

"Tidak ada orang yang meminta saya untuk mencalonkan diri, dan ada banyak cerita tentang pencalonan untuk masa jabatan ketiga. Saya tidak tahu. Saya belum pernah mempertimbangkannya. Mereka mengatakan ada cara untuk melakukannya, tetapi saya tidak tahu tentang itu, dan saya belum menelusurinya. Saya ingin melakukan pekerjaan yang luar biasa. Kami masih punya empat tahun. Masih mendekati empat tahun," ujarnya dilansir dari Antara.

Amandemen ke-22 Konstitusi AS menetapkan bahwa seseorang tidak dapat terpilih sebagai presiden lebih dari dua kali, baik secara berturut-turut maupun tidak. Saat ini, Trump sedang menjalani masa jabatan keduanya, yang membuat beberapa sekutunya berspekulasi bahwa satu-satunya cara untuk kembali berkuasa adalah melalui suksesi, bukan pemilihan umum.

Mengamandemen konstitusi untuk menghapus larangan dalam Amandemen ke-22 hampir mustahil dilakukan, mengingat persyaratan mayoritas dua pertiga suara di kedua kamar Kongres serta ratifikasi oleh tiga perempat negara bagian.

Dalam wawancara dengan NBC News, Trump mengatakan bahwa dia tidak bercanda tentang kemungkinan mencalonkan diri untuk masa jabatan ketiga. "Ada beberapa metode yang bisa dilakukan," kata Trump saat ditanya apakah ia serius. 

Salah satu metode tersebut, bisa melibatkan Wakil Presiden JD Vance yang mencalonkan diri pada 2028 dan mengundurkan diri jika terpilih. Jika Vance mundur, maka ini akan memberi kesempatan kepada Trump mengambil alih.

Pernyataan itu memicu gelombang kekhawatiran dan spekulasi, terutama karena ini bukan pertama kalinya ia melontarkan gagasan tersebut. Pada 2018, dalam sebuah acara penggalangan dana di Mar-a-Lago, Trump merujuk pada masa jabatan Presiden Tiongkok Xi Jinping yang tidak terbatas. “Mungkin kita akan mencobanya suatu hari nanti.”

Selama kampanye, ia meminta para pendukungnya agar menuntutnya bisa menjalani masa jabatan ketiga. Pada 2020, ia mengatakan dalam sebuah unggahan di media sosial bahwa pemilu harus ditunda hingga orang-orang dapat memberikan suara dengan baik, aman, dan terjamin. Pernyataan Trump itu menimbulkan kekhawatiran bahwa ia mungkin akan mencoba memperpanjang masa jabatannya.

Steve Bannon, mantan kepala strateginya, meramalkan bahwa Trump akan mencalonkan diri dan menang lagi pada tahun 2028. "Saya pikir dia akan mencalonkan diri lagi pada tahun 2028 dan saya pikir dia akan menang," kata Bannon dilansir dari Al Jazeera. "Saya pikir kita akan memiliki beberapa alternatif," katanya tentang cara-cara yang dapat ditempuh Trump untuk masa jabatan ketiga meskipun ada batasan konstitusional.

Read Entire Article
Parenting |