Hamas Tolak Usulan Terbaru Israel Soal Gencatan Senjata

18 hours ago 2

TEMPO.CO, Jakarta - Hamas telah menolak usulan terbaru Israel mengenai gencatan senjata Gaza. “Hamas telah memutuskan untuk tidak menindaklanjuti proposal terbaru Israel yang disampaikan melalui para mediator,” kata salah seorang pejabat, yang berbicara dengan syarat anonim.

Dikutip dari Al Arabiya, mereka menuduh Israel memblokir proposal dari Mesir dan Qatar dan mencoba menggagalkan kesepakatan. Pejabat Hamas memintna para mediator dan negara-negara asing memaksa Israel berkomitmen pada proposal para mediator.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Setelah dua bulan gencatan senjata di Gaza dan beberapa minggu negosiasi yang gagal untuk memperpanjangnya, Israel melanjutkan pengeboman dan serangan militernya di Gaza sejak 18 Maret 2025. Israel mengklaim bahwa tekanan militer adalah satu-satunya cara memaksa Hamas membebaskan 60 sandera yang tersisa baik hidup atau mati.

Mesir, Qatar, dan Amerika Serikat berupaya menengahi gencatan senjata baru dan mengupayakan pembebasan sandera yang tersisa. Seorang pejabat senior Hamas mengatakan pada hari Sabtu bahwa kelompok itu telah menyetujui usulan gencatan senjata baru. Adapun kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan Israel telah usulan balasan.

Menurut salah satu pejabat Hamas, usulan Mesir-Qatar mencakup gencatan senjata selama 50 hari. Salah satu sandera yang akan dibebaskan adalah lima tentara Israel, termasuk seorang sandera yang memegang kewarganegaraan AS. Imbalannya adalah membebaskan 250 warga Palestina yang dipenjara oleh Israel, termasuk 150 orang yang menjalani hukuman seumur hidup.

Israel juga akan membebaskan 2.000 warga Palestina yang ditangkap oleh tentara Israel di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023, tanggal serangan mematikan Hamas yang memicu perang.

Menurut Al Jazeera, hingga Jumat, 3 April 2025, setidaknya 1.163 orang telah tewas di Gaza sejak Israel melanjutkan serangan skala besar pada 18 Maret. Menurut Kementerian Kesehatan, angka tersebut mencakup 97 orang yang tewas dalam 24 jam terakhir. Jumlah korban tewas seluruhnya telah mencapai 50.523 orang sejak perang dimulai pada 7 Oktober 2023.

Read Entire Article
Parenting |