Uni Eropa Akhirnya Cairkan 90 Miliar Euro bagi Ukraina

6 hours ago 6

UNI Eropa pada Kamis meloloskan paket dukungan keuangan senilai €90 miliar atau sekitar Rp 1.816 triliun untuk Ukraina yang telah lama tertunda. Bantuan ini mengakhiri kebuntuan politik selama berbulan-bulan di Uni Eropa dan membuka jalan bagi pencairan dana yang akan dimulai pada kuartal kedua tahun 2026.

Kesepakatan tersebut seperti dilansir Anadolu, yang diadopsi oleh Dewan Uni Eropa, bertujuan untuk mengatasi kebutuhan anggaran Ukraina yang mendesak. Ini juga untuk memperkuat kapasitas industri pertahanannya hingga selama 2026-2027.

"Kebuntuan telah berakhir. Uni Eropa baru saja membuka jalan bagi pinjaman €90 miliar untuk Ukraina dan paket sanksi ke-20," tulis kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Kaja Kallas di platform media sosial X.

Paket-paket tersebut mengalami penundaan karena perbedaan pendapat internal, termasuk veto oleh Perdana Menteri Hungaria yang akan segera lengser, Viktor Orban. Setelah perubahan kepemimpinan di Budapest, keberatan dicabut dan memungkinkan negosiasi untuk diselesaikan dengan cepat.

Keputusan tersebut diadopsi dengan dukungan 24 negara anggota Uni Eropa di bawah kerangka kerja kerja sama yang ditingkatkan, tambah pernyataan itu.

Dari jumlah total tersebut, €30 miliar akan dialokasikan untuk dukungan makroekonomi. Sementara €60 miliar akan diarahkan untuk investasi terkait pertahanan, termasuk pengadaan peralatan militer.

Pendanaan akan diperoleh melalui pinjaman Uni Eropa di pasar modal dan didukung oleh anggaran blok tersebut. Pembayaran diharapkan berasal dari reparasi masa depan yang harus dibayarkan Rusia kepada Ukraina.

Menurut pernyataan tersebut, €45 miliar dari total pinjaman akan tersedia pada 2026, termasuk €28,3 miliar yang secara khusus dialokasikan untuk kapasitas industri pertahanan Ukraina.

Presiden Dewan Eropa Antonio Costa menggambarkan langkah tersebut sebagai bagian dari strategi yang lebih luas untuk mengamankan "perdamaian yang adil dan abadi." Ini menggabungkan dukungan yang diperkuat untuk Ukraina dengan "peningkatan tekanan" pada Moskow.

Bersamaan dengan paket keuangan, Uni Eropa juga mengadopsi putaran sanksi ke-20 terhadap Rusia, yang menargetkan sektor-sektor kunci seperti energi, keuangan, dan pertahanan dalam upaya untuk melemahkan ekonomi perangnya.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen juga menyambut baik kesepakatan tersebut. Ia mengatakan bahwa hal itu menunjukkan komitmen Uni Eropa untuk "menggandakan" dukungan bagi Ukraina sekaligus meningkatkan tekanan pada Rusia.

Pilihan Editor: Zelensky: Fokus AS ke Iran Hambat Upaya Damai Ukraina

Read Entire Article
Parenting |