5 Finalis Bintang Muda Lokananta Vol 2 Menuju Industri Musik

4 hours ago 5

AJANG Bintang Muda Lokananta (BML) Vol. 2 kini memasuki tahap krusial. Lima finalis terpilih mengikuti mentoring eksklusif sebelum melangkah ke sesi rekaman di Studio Lokananta Solo.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Kelima finalis yang terpilih terdiri atas Tuan Sendiri asal Bandung, Gardenia dari Banjarnegara, BeverlyLine dari Semarang, Barmy Blokes dari Solo, dan Drewgon dari Maluku Tenggara. 

"Para finalis berkesempatan berdiskusi langsung dengan mentor-mentor berpengalaman dalam ekosistem musik," ujar Operation Manager Lokananta Solo, In Magma saat dihubungi Tempo, Selasa, 21 April 2026.

Mentor yang Dihadirkan

Sederet mentor yang dihadirkan di antaranya adalah Kukuh Rizal Arfianto dalam diskusi tentang membangun fondasi manajerial bagi musisi/band, dengan memahami pilihan model bisnis dalam musik serta sumber-sumber pendapatan yang dapat dikembangkan. 

Juga ada Ferry Dermawan memandu finalis mengenal perspektif kurator festival musik dalam melihat potensi serta kesiapan seorang musisi/band. Lafa Pratomo membantu menjelaskan peran produser dalam membentuk karakter dan identitas karya seorang musisi/band tanpa kehilangan arah/karakter musiknya. 

Selain itu ada Endah Widiastuti yang menyampaikan cara membangun karya musikal di tengah tren dan tuntutan pasar melalui lirik yang bercerita.

Direktur Musik Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif Mohammad Amin mengapresiasi program ini. "Selain karena sejalan dengan program Kementerian Ekonomi Kreatif untuk mengembangkan talenta musik Indonesia yang memiliki potensi untuk berkembang lebih lanjut, sekaligus membuka peluang untuk berkolaborasi dengan program pendanaan Akselerasi Kreatif (AKTIF) Musik," kata Amin dalam pernyataan tertulisnya.

Para finalis mengikuti mentoring dalam rangkaian ajang Bintang Muda Lokananta (BMI) Vol. 2 di Studio Lokananta Solo, 6 April 2026. Dok. Lokananta Solo.

Salah satu finalis, Tuan Sendiri menuturkan sesi mentoring membuka perspektif baru sekaligus memperluas jejaring. Menurut solois asal Bandung itu, bahkan telah tercipta kolaborasi spontan di Lokananta antara dirinya dengan Risti Panjali dari alumni BML Vol. 1 sewaktu sesi mentoring

"Proses ini menyenangkan dan memperkaya sudut pandang saya dalam bermusik" ucap Tuan Sendiri.

Setelah Mentoring

In Magma menambahkan ajang BML Vol. 2 tidak berhenti pada tahap mentoring dan rekaman semata. Ia menyebut setelah proses pembinaan, para finalis langsung diarahkan masuk ke fase produksi dan pemasaran karya agar memiliki dampak nyata di industri. 

Menurut dia, Lokananta berupaya memastikan karya para musisi benar-benar sampai ke publik, bukan sekadar menjadi hasil rekaman. “Setelah tahap mentoring, kami di Lokananta mengarahkan finalis ke fase produksi dan pemasaran karya, jadi yang kami siapkan bukan cuma rekamannya, tapi bagaimana karya mereka bisa sampai ke publik dengan impact yang jelas,” ujarnya.

Ia menjelaskan strategi promosi yang disiapkan mencakup penyelenggaraan album release party yang dibarengi dengan konferensi pers. Melalui momentum tersebut, para finalis diharapkan mampu mempresentasikan karya mereka secara langsung dan membangun citra profesional. 

“Album Release Party ini jadi momen penting karena bukan sekadar konser, tapi panggung rilis resmi. Di situ publik, media, dan pelaku industri bisa melihat langsung bagaimana karya mereka, termasuk mereka juga dipresentasikan secara live," tutur In Magma. 

Selain itu, lanjut dia, Lokananta juga melakukan rilis album kompilasi secara digital melalui kanal penjualan musik digital seperti Spotify, Apple Music, dan lain-lain. Lokananta juga menyiapkan tur promosi ke sejumlah kota untuk memperluas jangkauan audiens para finalis. 

Salah satu kota yang disasar adalah Jakarta, sebagai pusat industri musik nasional, guna membuka peluang jejaring yang lebih luas. Langkah ini dinilai penting agar karya para finalis tidak berhenti di lingkungan Lokananta saja, tetapi dapat menjangkau pasar yang lebih besar. 

“Kami siapkan tur promosi supaya karya mereka tidak berhenti di Lokananta saja, tapi bisa bertemu audiens baru,” ujarnya.

Di sisi lain, Lokananta tetap mempertahankan identitas historisnya dengan memproduksi album kompilasi dalam format kaset. Upaya ini dilakukan sebagai bentuk pelestarian tradisi rilisan fisik, di tengah dominasi distribusi digital dalam industri musik saat ini. 

In Magma menilai keberadaan format fisik menjadi bagian penting dari karakter Lokananta sebagai perusahaan rekaman milik negara. “Kami tidak hanya bicara distribusi digital, tapi juga menjaga tradisi rilisan fisik sebagai bagian dari identitas Lokananta,” kata dia.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa fokus utama program ini adalah memastikan para musisi tidak berhenti di tahap produksi, tetapi berlanjut ke distribusi dan interaksi langsung dengan pendengar. Pendekatan ini menjadi bagian dari peran Lokananta sebagai ekosistem yang mendukung keberlanjutan karier musisi. Menurutnya, kehadiran Lokananta bukan sekadar sebagai studio, melainkan sebagai ruang hidup bagi musisi untuk berkembang. 

“Bagi kami, ini bagian dari peran Lokananta sebagai ekosistem yang mendorong musisi untuk hidup dan berkelanjutan,” ujarnya.

Program Bintang Muda Lokananta menjadi inisiatif Lokananta yang didukung penuh oleh PT Danareksa (Persero) dan PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA). BML menjadi wujud nyata kontribusi Danareksa dan PPA dalam mendukung regenerasi ekosistem musik Indonesia dengan melahirkan talenta baru melalui program tanggung jawab sosial & lingkungan (TJSL).

Read Entire Article
Parenting |