MANTAN Presiden Bulgaria Rumen Radev memenangkan Pemilu Parlemen kedelapan dalam lima tahun. Rumen Radev berhasil memenangkan kursi Perdana Menteri. Koalisi Progressive Bulgaria yang dipimpinnya meraih 44,7 persen suara dan diperkirakan mengamankan sekitar 130 dari 240 kursi parlemen, berdasarkan 98,3 persen suara yang telah dihitung hingga Senin 20 April 2026.
Seperti dilansir Al Jazeera, hasil ini melampaui prediksi beberapa lembaga survei yang sebelumnya memperkirakan kemenangan hanya selisih lebih tipis. Dominasi tersebut membuka peluang terbentuknya pemerintahan yang lebih stabil setelah bertahun-tahun Bulgaria dilanda krisis politik dan koalisi rapuh.
Radev, 62 tahun, baru mengakhiri masa jabatannya sebagai presiden pada Januari lalu untuk maju sebagai calon perdana menteri. Mantan komandan angkatan udara itu mengusung agenda pemberantasan korupsi dan mengakhiri apa yang ia sebut sebagai model pemerintahan oligarkis.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Dalam kampanyenya, ia komitmen untuk membersihkan praktik korupsi yang selama ini memicu ketidakpuasan publik. Pada 2025, ia juga mendukung aksi protes antikorupsi yang menjatuhkan pemerintahan sebelumnya.
Di bidang luar negeri, sikap Radev menjadi sorotan. Ia mengutuk invasi Rusia ke Ukraina pada 2022, namun menolak pengiriman bantuan militer ke Ukraina dan mendorong pemulihan hubungan pragmatis dengan Rusia. Ia juga mengkritik kebijakan energi Uni Eropa yang menghentikan impor dari Rusia.
Pemerintah Rusia menyambut kemenangan tersebut. Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menyatakan pihaknya terkesan dengan pernyataan Radev yang mendorong dialog pragmatis.
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyambut hasil pemilu dengan menyatakan Bulgaria tetap menjadi bagian penting dari keluarga Eropa.
Meski meraih mayoritas, Radev belum menutup kemungkinan membentuk koalisi. “Kami siap mempertimbangkan berbagai opsi agar Bulgaria memiliki pemerintahan yang stabil,” ujarnya.
Dalam sistem politik Bulgaria, perdana menteri memegang kekuasaan eksekutif utama, termasuk menentukan kebijakan pemerintah dan mewakili negara di forum internasional seperti NATO dan Uni Eropa. Dengan kemenangan ini, Radev diperkirakan akan memainkan peran kunci dalam menentukan arah politik domestik dan kebijakan luar negeri Bulgaria ke depan.















































