Aksi Pasang Spanduk BEM UI di Depok, Kritik Proyek MBG

3 hours ago 9

ALIANSI mahasiswa sejumlah kampus memasang spanduk bernada kritik keras terhadap Program Makan Bergizi Gratis atau MBG di sejumlah titik strategis Depok dan perbatasan Jakarta Selatan, Jumat, 26 Juni 2026. Aksi dini hari itu menjadi pengingat bahwa program unggulan pemerintah tersebut dinilai bermasalah dan menuai korban.

Spanduk terbentang di sejumlah lokasi ramai, mulai dari jembatan penyeberangan orang (JPO) hingga flyover akses Universitas Indonesia. Sejumlah pesan yang ditampilkan antara lain “Jalan Macet, MBG Lancar #MENUJUINDONESIABANGKRUT”, “MBG BAU PEJABAT TAK MALU”, hingga “POLISI URUS BEGAL BUKAN MBG”. Ada pula klaim jumlah korban keracunan: “33.626 PELAJAR SUDAH KERACUNAN MBG”.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Koordinator Sosial Politik Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), Hafidz Haernanda, membenarkan pemasangan spanduk tersebut. Ia menyebut aksi ini sebagai peringatan kepada warga agar tidak melupakan dampak negatif program MBG.

“Hari ini BEM UI, BEM NF, BPM & SEMA FH KM UP, serta Aliansi BEMFAK se-Gundar memasang banner peringatan keras di Depok. Kami datang untuk mengingatkan rakyat bahwa MBG bukan solusi, melainkan masalah besar,” kata Hafidz, Jumat, 26 Juni 2026.

Menurut dia, pemasangan dilakukan sekitar pukul 04.00 WIB di sejumlah titik, di antaranya JPO Lenteng Agung, dua JPO di Margonda, Tol Cijago Jalan Juanda, depan reklame Depok, Stasiun Universitas Pancasila, serta jembatan akses UI.

Hafidz menilai program MBG justru menimbulkan persoalan baru, termasuk kasus keracunan pada pelajar. “Program yang katanya ‘bergizi’ justru jadi racun bagi generasi penerus bangsa. Duit rakyat triliunan rupiah diklaim untuk makan siang gratis, tapi nyatanya dikorupsi dengan begitu entengnya,” ujarnya.

Ia juga mengkritik peran aparat kepolisian yang dinilai tidak tepat sasaran. “Jalanan Depok macet parah setiap hari, angkutan umum amburadul, tapi aparat justru sibuk mengurus dapur MBG,” kata mahasiswa Fakultas Ilmu Administrasi UI itu.

Mahasiswa menuntut pemerintah bertanggung jawab atas dugaan keracunan, penggunaan anggaran negara, serta arah prioritas pembangunan. “Warga Depok, jangan biarkan mereka melupakan ini hanya karena pemberitaan manis,” ujar Hafidz.

Berdasarkan pantauan Tempo, sejumlah spanduk di Jalan Margonda, Simpang Juanda, JPO Margonda, hingga flyover akses UI telah dicopot beberapa jam setelah dipasang. Hafidz menilai pencopotan cepat tersebut menunjukkan adanya kekhawatiran terhadap pesan yang disampaikan mahasiswa. “Spanduk kami memang dicopot dalam hitungan jam. Tapi pesan kami tidak bisa dicopot,” kata dia.

Sebelumnya, pada Selasa, 23 Juni 2026, massa yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Depok menggelar aksi damai di Balai Kota Depok untuk mendukung berbagai kebijakan Presiden Prabowo Subianto. Sehari setelahnya, kelompok warga lain menggelar aksi penolakan MBG serta mendesak pengaktifan kembali Universal Health Coverage (UHC).

Read Entire Article
Parenting |