INFO TEMPO – Anggota DPRD Kota Bogor Atty Somaddikarya mengajak masyarakat mengubah kebiasaan berbelanja dengan lebih mengutamakan warung kelontong, pasar tradisional, dan usaha kecil di lingkungan sekitar.
Menurut Atty, kebiasaan sederhana tersebut dapat membantu menjaga perputaran ekonomi di tingkat lingkungan sekaligus memperkuat keberlangsungan usaha mikro dan kecil.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Legislator dari Daerah Pemilihan I Bogor Timur–Bogor Tengah yang akrab disapa Ceu Atty itu mengatakan uang yang dibelanjakan di warung warga akan kembali berputar di lingkungan sekitar.
“Kalau kita ingin ekonomi masyarakat bergerak, mulailah dari hal yang paling sederhana, yaitu belanja di warung tetangga. Uang yang kita keluarkan tidak lari ke mana-mana, tetapi kembali menghidupi keluarga-keluarga yang menggantungkan usahanya dari warung kecil,” ujar Ceu Atty.
Ia juga mengimbau masyarakat tidak menawar harga ketika berbelanja di pedagang kecil. Menurut Atty, keuntungan yang diperoleh pedagang umumnya tidak besar dan menjadi penopang untuk memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus mempertahankan usaha.
“Keuntungan mereka tidak besar, tetapi dari situlah mereka menyambung hidup, menyekolahkan anak, dan memenuhi kebutuhan keluarga. Kalau kita mampu membantu, kenapa tidak?” katanya.
Dukungan terhadap masyarakat juga diwujudkan melalui pembagian bantuan gas LPG 3 kilogram secara cuma-cuma kepada warga. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan pengeluaran rumah tangga dan membantu pelaku usaha mikro yang menggunakan LPG dalam kegiatan usahanya.
Selain itu, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Bogor tersebut mendorong penguatan UMKM, terutama usaha yang dikelola perempuan, melalui program pinjaman modal tanpa bunga.
Menurut dia, akses permodalan yang lebih mudah dapat membantu pelaku usaha mengembangkan bisnis tanpa terbebani biaya bunga.
“Pelaku UMKM, terutama ibu-ibu yang memiliki usaha, harus kita bantu agar bisa berkembang. Dengan adanya pinjaman modal tanpa bunga, mereka bisa mengembangkan usaha tanpa terbebani biaya tambahan,” ujarnya.
Teranyar, Ceu Atty mengajak komunitas Baraya Ceu Atty berbelanja di warung-warung milik warga di wilayah Katulampa dan Sukasari. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong masyarakat berbelanja di usaha lokal.
Peserta membeli sejumlah kebutuhan pokok dari warung warga. Menurut Atty, kegiatan tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari upaya membangun kebiasaan masyarakat untuk mendukung usaha di lingkungan sendiri.
“Warung-warung kecil ini adalah fondasi ekonomi masyarakat. Kalau mereka kuat, ekonomi lingkungan juga ikut kuat. Saya mengajak seluruh warga Kota Bogor untuk bersama-sama menghidupkan warung tetangga,” ucapnya.
Atty mengatakan gerakan tersebut bukan hal baru. Pada masa pandemi Covid-19 pada 2020, ia menggagas kampanye “Gerakan Belanja Tanpa Menawar” di pasar tradisional sebagai bentuk dukungan kepada pedagang kecil yang terdampak pandemi.
Ia berharap semangat tersebut kembali tumbuh sehingga UMKM di Kota Bogor semakin berkembang dan dapat menjadi salah satu penopang perekonomian daerah.(*)
















































