Apa Itu Gempa Tornillo yang Terekam Seismograf Gunung Ijen

7 hours ago 7

SEISMOGRAF Gunung Ijen merekam adanya aktivitas kegempaan berupa Gempa Tornillo pada Minggu, 26 Juli 2026. Gempa ini tercatat 1 kali terjadi dengan amplitudo 6 mm, dan lama gempa 6 detik.

Gempa Tornillo ini masuk dalam rekap laporan rutin hasil pengamatan kegempaan selama 24 jam terakhir pada Minggu, 26 Juli 2026, di gunung api yang berlokasi di perbatasan Banyuwangi dan Bondowoso, Jawa Timur, itu. Sejumlah gempa lain juga tercatat selama 24 jam tersebut.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Selain 1 kali gempa Tornillo, tercatat juga 1 kali gempa embusan dengan amplitudo 6 mm, dan lama gempa 29 detik. Seismograf juga mencatat 3 kali gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo 2-6 mm, dan lama gempa 6-14 detik. Selain itu, terekam pula 2 kali gempa tektonik jauh dan 1 kali gempa tremor menerus. 

Laporan tersebut tidak menjelaskan detail apa Gempa Tornilllo tersebut. Namun, Badan Geologi melalui lamannya menjelaskan bahwa Gempa Tornillo terjadi pada gunung api yang berada pada wilayah sesar tepatnya zona rekahan dangkal dimana rekahan mengalami getaran karena terisi oleh fluida.

Aktivitas kegempaan yang sama pernah dilaporkan terjadi pada Gunung Lewotobi Laki-Laki pada 7-8 September 2025. Kepala Badan Geologi saat itu, Muhammad Wafid, juga menunjuk pergerakan fluida—magma atau gas—yang mengisi rekahan dangkal sehingga mengakibatkan getaran. "Gempa tornillo menunjukkan pergerakan fluida di celah sempit di dalam conduit, serta tekanan tinggi yang terjebak dalam sistem vulkanik," katanya. 

Sementara itu, belum ada penjelasan bagaimana Gempa Tornilllo tercatat dalam aktivitas kegempaan Gunung Ijen. Tingkat aktivitas Gunung Ijen sendiri saat ini masih tetap di Level I (Normal). 

Ahmad Subhan Nur Fajidi, petugas di Pos Pengamatan Gunung Api Ijen yang berada di Dusun Punggung Desa Tamansari Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi, melaporkan bahwa secara visual, gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut dengan skala 0-III. 

Teramati juga asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis tinggi sekitar 50-100 meter dari puncak. Dari pengamatan secara visual itu, pengunjung diminta untuk mewaspadai potensi keluarnya gas berbahaya dan mewaspadai potensi longsor pada dinding kawah.

Dalam status aktivitas level Normal ini, Badan Geologi mengeluarkan sejumlah rekomendasi diantaranya masyarakat dan pengunjung/wisatawan diminta untuk tidak turun dan mendekati dasar Kawah Gunung Ijen. Masyarakat dan pengunjung/wisatawan juga diminta untuk tidak bermalam/berkemah di kawasan kawah Gunung Ijen dalam radius 500 meter.

Badan Geologi juga meminta masyarakat dan pengunjung/wisatawan mewaspadai potensi aliran gas CO2 di sepanjang Sungai Banyupait-Banyuputih. Selain itu, masyarakat dan pengunjung/wisatawan juga diminta mewaspadai potensi gas beracun di sekitar kawah Gunung Ijen.

Read Entire Article
Parenting |