Blackout Sumatera, Pemerintah Didesak Beri Kompensasi

9 hours ago 14

SEJUMLAH wilayah di Pulau Sumatera mengalami pemadaman listrik total (blackout) pada Jumat, 22 Mei 2026. Trend Asia mendesak pemerintah memberikan kompensasi bagi masyarakat yang terdampak.

"Berikan kompensasi yang adil bagi masyarakat terdampak blackout, lakukan audit menyeluruh dan membuka hasil audit penyebab gangguan secara transparan kepada publik,” kata Juru Kampanye Renewable Energy Trend Asia, Beyrra Triasdian, Ahad, 24 Mei 2026.

Beyrra menuturkan peristiwa blackout kemarin menunjukkan lemahnya sistem kelistrikan nasional yang bergantung pada infrastruktur terpusat dan energi fosil. Menurut dia, di tengah krisis iklim yang memicu cuaca ekstrem semakin sering terjadi, model kelistrikan seperti saat ini memperbesar risiko masyarakat kehilangan layanan dasar. Karena itu, pemerintah dinilai harus mempercepat desentralisasi energi berbasis energi terbarukan komunitas untuk membangun sistem yang lebih tangguh dan tidak mudah lumpuh saat krisis.

PLN melaporkan gangguan sistem kelistrikan di Sumatera bagian utara yang menyebabkan pemadaman listrik.PLN berdalih cuaca buruk yang menyebabkan terjadinya ganggian pada gardu induk serta sistem transmisi, terutama di wilayah Sumatera bagian selatan, tengah, dan utara.

Direktorat Tindak Pidana Tertentu Badan Reserse Kriminal Polri telah menerjunkan tim untuk menyelidiki penyebab blackout Sumatera. Tim memeriksa titik putus saluran udara tegangan tinggi (sutet) 175-176 di Desa Tempino, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muara Jambi, Jambi.

Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Brigadir Jenderal Mohamad Irhamni mengatakan timnya telah melakukan olah tempat kejadian perkara pada Ahad. Dari pemeriksaan itu, mereka menemukan konduktor sutet dalam kondisi mati. “Barang bukti konduktor dibawa ke Puslabfor Bareskrim dan Litbang PLN,” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan indikasi awal gangguan terjadi pada ruas transmisi 275 kilovolt antara Muara Bungo dan Sungai Rumbai di Jambi. Gangguan tersebut memicu syok terhadap sejumlah pembangkit sehingga sebagian wilayah kehilangan beban dan mengalami oversupply.

Menurut Darmawan, frekuensi sistem kelistrikan dan tegangan di dua daerah tersebut meningkat sehingga pembangkit otomatis padam. Di sisi lain, sejumlah daerah mengalami defisit karena pembangkit berkurang, frekuensi dan voltase menurun, lalu membebani sistem hingga pembangkit ikut padam.

“Kondisi ini ternyata berlaku domino sehingga terjadi gangguan sistem ketenagalistrikan dari Jambi, Riau, Sumatera Utara, sampai ke Aceh,” ujarnya.

Setelah pemadaman terjadi, PLN mengerahkan petugas untuk memeriksa kerusakan gardu induk dan sistem transmisi. Dalam waktu dua jam, PLN berhasil memulihkan gardu induk dan jaringan transmisi tersebut.

Oyuk Ivani Siagian dan M. Faiz Zaki berkontribusi dalam penulisan artikel ini
Read Entire Article
Parenting |