BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi curah hujan akan berkurang di Jawa Barat pada sepekan ini, 25-31 Mei 2026. Menurut prakirawan cuaca Stasiun Klimatologi BMKG Jawa Barat, Rossian Nursiddiq, beberapa dinamika atmosfer diprakirakan masih mendukung peningkatan suplai uap air serta pertumbuhan awan konvektif di sebagian wilayah Jawa Barat.
“Suhu muka laut masih relatif hangat di sebagian perairan Indonesia,” katanya, dalam keterangan, Ahad, 24 Mei 2026. Potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang dapat terjadi pada skala lokal dan berdurasi singkat pada sepekan ini hanya dua hari, yaitu pada Senin dan Selasa, (25-26 Mei).
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Pada Senin, potensi hujan sedang hingga lebat di Kabupaten dan Kota Bogor, Kota Depok, Kota Bekasi, Kabupaten Sukabumi, Cianjur, Purwakarta, Subang, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Sumedang, Kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan. Adapun pada Selasa potensi hujan sedang hingga lebat hanya di Kota Depok.
Dari prakiraan cuaca dasarian akhir pada 21-30 Mei 2026, nihil peringatan dini potensi kekeringan meteorologist. Begitu pula potensi wilayah curah hujan tinggi.
Sebagian besar wilayah di Jawa Barat atau sekitar 80 persen pada dasarian akhir Mei ini diprakirakan didominasi hujan kategori menengah dengan intensitas 50-150 milimeter. Hanya daerah sekitar Kota Bogor atau 1 persen wilayah Jawa Barat yang berpotensi hujan kategori tinggi dengan intensitas 150– 300 milimeter.
Sementara 19 persen wilayah lain, menurut BMKG, berkategori hujan rendah dengan intensitas maksimal 50 milimeter per dasarian, yaitu meliputi daerah pantai utara atau pantura Jawa Barat, mulai dari Kabupaten Bekasi, Karawang, Subang, Indramayu, serta Kota dan Kabupaten Cirebon.
BMKG juga memprediksi kondisi cuaca pada bulan berikutnya, yaitu pada Juni, 61 persen wilayah Jawa Barat akan hujan dengan kategori rendah, seperti di daerah pantura, tengah, dan timur, sementara 39 persen wilayah akan hujan dengan kategori menengah, seperti bagian barat yang meliputi Kabupaten dan Kota Bogor, Sukabumi, dan sebagian Cianjur. Begitu pula di wilayah selatan Garut, Tasikmalaya, serta Pangandaran dan sekitarnya.
Kemudian pada Juli 2026 BMKG memprediksi mayoritas wilayah Jawa Barat atau 92 persen akan hujan dengan kategori rendah, lalu menjadi seluruhnya atau 100 persen pada Agustus.
















































