BPIP Buka Suara Soal Polemik Seleksi Paskibraka di Makassar

8 hours ago 11

BADAN Pembinaan Ideologi Pancasila atau BPIP mengklaim proses seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional berlangsung profesional dan obyektif. Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka BPIP Pusat Fuad Lutfi menyampaikan ini merespons narasi yang beredar di media sosial mengenai gagalnya peserta asal Makassar berinisial CYL menuju seleksi pusat, meski dikabarkan masuk dalam tiga besar hasil seleksi awal calon Paskibraka tingkat nasional perwakilan Sulawesi Selatan.

Fuad Lutfi mengatakan proses seleksi di Sulawesi Selatan telah dilaksanakan sesuai mekanisme nasional yang berlaku, dengan melibatkan unsur pemerintah daerah, panitia seleksi provinsi, hingga tim monitoring dan evaluasi dari pusat. Ia menegaskan bahwa keputusan peserta yang mewakili daerah ke tingkat nasional tidak ditentukan oleh satu lembaga saja.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Fuad menjelaskan, pemerintah provinsi memfasilitasi pelaksanaan seleksi tingkat provinsi melalui panitia seleksi daerah. Sementara itu, unsur pusat seperti BPIP dan Duta Pancasila Paskibraka Indonesia atau DPPI Pusat juga terlibat langsung dalam penentuan peserta menuju tingkat nasional.

“Keputusan tidak ditentukan satu orang atau satu lembaga saja. Ini hasil penilaian lintas unsur sesuai pedoman nasional,” kata Fuad, Kamis, 28 Mei 2026, dikutip dari keterangan tertulis yang diakses dari laman resmi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

Fuad menyampaikan, seleksi Paskibraka tidak hanya menilai aspek seperti nilai akademik atau tes wawasan kebangsaan semata. Fuad berujar, proses penilaian dilakukan secara menyeluruh untuk melihat kesiapan peserta sebagai calon pelaksana tugas kenegaraan.

Ia mengatakan terdapat banyak komponen yang menjadi dasar penilaian, mulai dari kesehatan, kesamaptaan, peraturan baris-berbaris, kepribadian, wawasan kebangsaan, hingga kesiapan mental dan disiplin peserta.

Kata Fuad, seleksi dilakukan berjenjang mulai tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga verifikasi nasional. Dari setiap provinsi, tuturnya, dipilih tiga pasang peserta yang selanjutnya mengikuti tahapan seleksi pusat. “Memang nanti ada ranking atau akumulasi nilai dari seluruh tahapan seleksi. Akumulasi nilai tertinggi itulah yang menjadi pertimbangan untuk diutus mengikuti seleksi tingkat pusat,” kata Fuad.

Menurut Fuad, CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.

Proses seleksi calon Paskibraka tingkat Provinsi Sulawesi Selatan ini ramai dibicarakan beberapa hari terakhir. Polemik bermula ketika seorang peserta berinisial CYL sempat masuk dalam tiga besar calon Paskibraka nasional, namun digantikan peserta lain secara mendadak. Pengganti CYL bahkan disebut tak masuk daftar 10 besar.

Komposisi awal tiga besar calon Paskibraka putri terdiri dari dua peserta asal Makassar—salah satunya CYL—dan satu asal Bone. Daftar tiga besar itu disebut telah disetujui sebagian panitia. Namun belakangan, posisi CYL diganti secara sepihak oleh peserta lain asal Kabupaten Gowa. Pergantian itu ditengarai dilakukan tanpa proses seleksi tambahan yang jelas.

Read Entire Article
Parenting |