BRIN Uji Terbang Drone, dari ALAP-ALAP hingga Trinity F90+

3 hours ago 7

BADAN Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menggelar uji terbang sistem pesawat udara nirawak (PUNA) atau drone guna memperkuat ekosistem riset, inovasi teknologi, dan industri penerbangan nasional di Lanud Saleh Basareh, Rumpin, Kabupaten Bogor, pada 23-26 Juni 2026. 

Pesawat udara nirawak berperan penting dalam survei, pemetaan wilayah, pemantauan lingkungan, hingga pertahanan. Melalui uji terbang ini, BRIN menguji berbagai wahana hasil pengembangan internal dan kolaborasi nasional guna memastikan kesiapan teknologi sebelum dimanfaatkan secara luas.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Beragam wahana udara nirawak diterbangkan, meliputi pesawat sayap tetap, kemampuan lepas landas dan pendaratan vertical take-off and landing (VTOL), dan multirotor. Beberapa wahana yang diuji, antara lain ALAP-ALAP KX-0601, NIU-V7, LSU-02 VTOL, Kresna, Skywalker, dan Trinity F90+.

ALAP-ALAP KX-0601 dan NIU-V7 dirancang untuk survei dan pemetaan, dengan jangkauan hingga 100 kilometer, ketahanan terbang enam jam, serta berat lepas landas maksimum 30 kilogram untuk mendukung pengumpulan data di lapangan.

Sementara itu, LSU-02 VTOL mampu lepas landas dan mendarat vertikal dengan efisiensi jelajah pesawat sayap tetap. Dengan bentang sayap 3,3 meter dan berat maksimum 22 kilogram, wahana ini cocok untuk wilayah dengan keterbatasan landasan pacu.

Pada kategori uji teknologi, BRIN menerbangkan Kresna sebagai flying test bed untuk menguji komponen kunci, khususnya Flight Control Computer (FCC), guna mendukung kemandirian dan keberlanjutan pengembangan PUNA nasional.

Selain hasil riset, uji terbang menampilkan Skywalker dan Trinity F90+ sebagai platform siap pakai. Trinity F90+ mampu memetakan hingga 500 hektare dalam satu misi dengan waktu terbang hampir satu jam sehingga berpotensi mendukung survei dan pemetaan skala luas.

Kepala Pusat Riset Teknologi Penerbangan BRIN Fadilah Hasim mengatakan uji terbang tidak hanya memvalidasi kinerja teknologi, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran dan pertukaran pengetahuan antar-pemangku kepentingan.

“Melalui uji terbang ini, kami menguji kesiapan seluruh sistem pesawat udara nirawak, mulai dari wahana, sistem kendali terbang, sistem komunikasi data, hingga stasiun kendali bumi,” ujar Fadilah melalui keterangan tertulis, Senin, 29 Juni 2026.

Kegiatan ini, kata dia, tidak hanya membuktikan kesiapan teknologi, tetapi juga memberi kesempatan pemangku kepentingan memahami perkembangan sistem PUNA untuk menjawab kebutuhan nasional di berbagai sektor.

Read Entire Article
Parenting |