BSI: Jika Saldo Anggaran Lebih Ditarik Mendadak, Ada Gejolak

5 hours ago 6

DIREKTUR Utama PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk Anggoro Eko Cahyo berharap pemerintah tidak menarik dana saldo anggaran lebih atau SAL yang kini ditempatkan di bank negara. “Kalau penarikan mendadak itulah, market-nya jadi ada gejolak,” kata Anggoro, di Jakarta Selatan, Rabu, 1 Juli 2026.

Ia mengatakan, BSI akan mendapatkan tambahan dana SAL sebesar Rp 21 triliun dari total alokasi cadangan anggaran negara senilai Rp 400 triliun yang dikucurkan kepada himpunan bank milik negara. 

Soal besaran dana SAL, Anggoro mengatakan sebenarnya dia berharap jumlah dana yang dialokasikan kepada BSI sesuai dengan alokasi pada tahap awal yakni Rp 10 triliun. “Karena kita kan lebih kepada menjaga ritmenya saja. Kita enggak minta langsung tambah,’ tuturnya. 

Anggoro mengatakan likuiditas menjadi persoalan perbankan. Sebelum ada suntikan dana SAL, perbankan memang perlu mencari likuiditas untuk mendukung ekspansi. Namun, jika harus melakukan penarikan dana SAL, Anggoro berharap pemerintah melakukannya secara bertahap sehingga bank bisa mengatur likuiditas. 

Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menyatakan pemerintah kembali menempatkan dana SAL ke sejumlah bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Sebelumnya ramai diberitakan bahwa dana SAL itu telah ditarik secara bertahap.

Pemerintah juga memperpanjang penempatan dana yang sebelumya akan jatuh tempo pada September 2026. “Dana pemerintah di perbankan akan dikembalikan lagi, yang kemarin Rp 281 triliun akan dikembalikan lagi Rp 281 triliun dan diperpanjang hingga akhir Desember 2026,” ucap Juda di gedung DPR, Senayan, Jakarta, 29 Juni 2026.

Selain itu, ia menambahkan bahwa masih ada tambahan Rp 100 triliun dana yang disiapkan. “Sebagai standby, in case diperlukan dan memang perbankan masih memerlukan likuiditas untuk menyalurkan kredit,” ucapnya.

Dana tersebut disiapkan karena pemerintah menerima informasi dari perbankan bahwa permintaan kredit masih cukup tinggi, sehingga butuh likuiditas tambahan untuk menyalurkan kredit.

Adapun pada Mei 2026 kredit perbankan tumbuh 11,5 persen atau naik dari bulan sebelumnya. Dengan penempatan ini, kata Juda, diharapkan kredit masih akan tumbuh double digit dalam bulan-bulan ke depan. 

Mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia itu membenarkan bahwa sebelumnya pemerintah sempat menarik kembali dana Rp 110 triliun dari total dana yang ditempatkan di Himbara. Penarikan itu dilakukan pada Juni 2026. Namun, dana yang ditarik itu diletakkan lagi ke bank-bank BUMN sehingga saat ini posisi dana SAL pemerintah di perbankan tercatat Rp 281 triliun.

Ilona Estherina berkontribusi dalam penulisan artikel ini

Pilihan Editor: Risiko Penarikan Saldo Anggaran Lebih dari Bank Negara

Read Entire Article
Parenting |