CANTIKA.COM, Jakarta - Selama ini beberapa di antara kita menganggap traveling atau jalan-jalan sekadar buat healing dari tumpukan tugas atau pekerjaan yang bikin burnout. Tapi tahu enggak sih, liburan ke luar kota atau luar negeri ternyata punya efek magis buat kesehatan fisik dan mental kita.
Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Travel Research mengungkapkan ternyata traveling bisa membantu kamu hidup lebih lama alias bikin panjang umur! Meskipun enggak bisa menghentikan penuaan secara total, aktivitas jalan-jalan terbukti ampuh membantu tubuh menjaga keseimbangan, membangun ketahanan (resilience), hingga memperbaiki jaringan sel yang rusak.
Lantas, gimana cara kerjanya dari kacamata medis? Begini penjelasan lengkapnya dari para dokter spesialis longevity (panjang umur).
1. Melawan 'Entropi' Tubuh Lewat Pengalaman Baru
Dalam riset ini, para peneliti menggunakan konsep entropi, yaitu pergerakan alami tubuh dari kondisi teratur menuju ketidakteraturan (penuaan).
"Pengalaman traveling yang positif bisa mendukung kemampuan tubuh buat menjaga keseimbangan dan memperbaiki diri," kata Timothy Duerler, MD, dokter spesialis perawatan pencegahan di Ovation Private Health dilansir Real Simple.
Saat liburan, kita menggabungkan banyak kebiasaan sehat sekaligus seperti aktivitas fisik, melihat lingkungan baru, interaksi sosial, emosi positif, dan stimulasi mental. Sistem pertahanan tubuh kita otomatis jadi lebih tangguh dan melepaskan hormon regenerasi jaringan.
Tapi catat ya, efek ini cuma berlaku kalau liburanmu menyenangkan. Liburan yang penuh drama, ribet, dan bikin stres malah bakal memberikan efek sebaliknya!
2. Olahraga Tanpa Beban dan Perbaikan Ritme Tidur
Manfaat fisik paling nyata dari traveling adalah bikin kita bergerak tanpa terasa seperti sedang olahraga.
"Jalan-jalan keliling kota, mendaki, berenang, bahkan bawa koper dan naik tangga itu meningkatkan aktivitas harian," jelas Dr. Duerler. Bagi tubuh, gerakan ringan hingga sedang ini bagus banget buat kesehatan jantung, otot, keseimbangan, dan metabolisme.
Plus, karena kita lebih banyak menghabiskan waktu di luar ruangan, paparan cahaya alami bakal memperbaiki ritme sirkadian tubuh, bikin kualitas tidur jadi lebih nyenyak, dan menurunkan hormon stres (kortisol).
3. Reset Mental dan Mengusir Rasa Kesepian
Secara emosional, berganti suasana bisa membantu kita keluar dari lingkaran stres yang itu-itu saja. Antisipasi sebelum pergi dan kenangan manis setelah pulang terbukti ampuh menaikkan mood dalam jangka panjang.
Traveling juga jadi ajang pas buat nge-charge baterai sosial kita lewat cara yang sehat.
"Pengalaman bareng pasangan, anak, atau sahabat bisa menciptakan koneksi yang bermakna," tambah Dr. Duerler. Mengingat kesepian adalah salah satu pemicu utama penurunan kesehatan seiring bertambahnya usia, traveling sukses jadi obat penangkal isolasi sosial.
4. Bikin Otak Tetap Fleksibel dan Tangguh
Dari mulai merencanakan itinerary, membaca peta digital, adaptasi sama budaya lokal, sampai memecahkan masalah kecil di jalan, otak kita dipaksa bekerja aktif.
Menurut Pavitri Dwivedi, pakar geriatri dari University of Maryland, aktivitas ini melibatkan berbagai wilayah otak termasuk fungsi eksekutif dan memori, sehingga bisa menurunkan risiko demensia atau pikun.
Hal-hal baru yang kita temui di jalan bakal memperkuat cadangan kognitif, bikin otak kita tetap fleksibel, tajam, dan tangguh seiring bertambahnya usia.
Itulah sederet manfaat traveling untuk kesehatan kita secara keseluruhan menurut studi terbaru.
Pilihan Editor: Ternyata Ini Faktor Solo Traveling Makin Diminati Perempuan
REAL SIMPLE
Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.














































