CANTIKA.COM, Jakarta - Bagi kamu yang punya kulit sensitif, berburu produk anti-aging sering kali terasa seperti maju ke medan perang. Mau coba retinol yang terkenal ampuh menyamarkan kerutan, tapi bayang-bayang kulit memerah, kering, dan mengelupas langsung bikin maju-mundur. Untungnya, dunia kecantikan punya pahlawan baru yang siap menyelamatkan kulitmu: bakuchiol.
Bakuchiol adalah sebuah senyawa alami berwujud antioksidan yang ditemukan dalam biji dan daun tumbuhan Psoralea corylifolia, tanaman herbal yang lama digunakan dalam pengobatan tradisional India dan Tiongkok. Zat dalam skincare ini kini naik daun sebagai alternatif retinol yang jauh lebih lembut namun menawarkan efektivitas yang serupa tanpa memicu iritasi parah.
Sebagai alternatif retinol yang ramah untuk kulit rentan iritasi, bakuchiol bekerja menstimulasi pergantian sel kulit sekaligus menenangkan. Yuk, simak penjelasan lengkap mengenai manfaat, cara pakai, hingga kombinasi bahan aktifnya berikut ini!
Apa Itu Bakuchiol?
Secara lebih mendalam, bakuchiol merupakan salah satu kandungan aktif dalam skincare yang diekstrak dari tanaman Psoralea corylifolia (sering juga disebut tanaman babchi). Di dunia skincare, bahan ini dinobatkan sebagai anti-aging alami karena kemampuannya dalam merangsang produksi kolagen pada kulit. Kolagen sendiri adalah protein penting yang menjaga elastisitas, kekenyalan, dan kekencangan jaringan kulit kita.
Menariknya, meski tidak memiliki struktur kimia yang sama dengan retinoid, bakuchiol mampu mengaktifkan jalur reseptor yang sama di dalam kulit. Artinya, kamu bisa mendapatkan khasiat memudarkan garis halus, memperbaiki tekstur, dan meratakan warna kulit tanpa efek samping purging atau kemerahan yang menyiksa. Selain itu, bahan alami ini juga kaya akan sifat antiinflamasi dan antibakteri, membuatnya sangat bersahabat bagi kamu yang juga berjuang melawan jerawat atau kemerahan akibat kondisi kulit sensitif.
Bakuchiol vs Retinol, Apa Bedanya?
Meskipun sering dibanding-bandingkan karena memberikan hasil akhir yang mirip, bakuchiol dan retinol adalah dua zat yang sepenuhnya berbeda. Perbedaan utamanya terletak pada asal-usul bahan dan tingkat toleransi kulit saat menggunakannya. Retinol merupakan zat turunan dari vitamin A yang bekerja sangat kuat dan agresif, sehingga sering kali memicu efek samping berupa kulit kering, mengelupas, hingga rasa perih bagi pemula atau pemilik kulit sensitif.
Sementara itu, bakuchiol murni berasal dari tanaman, menjadikannya pilihan tanaman herbal yang minim risiko iritasi. Perbedaan besar lainnya ada pada waktu penggunaan. Retinol bersifat fotosensitif, artinya kandungannya mudah rusak jika terkena sinar matahari dan bisa membuat kulitmu lebih rentan terbakar, sehingga hanya boleh digunakan pada malam hari. Kebalikannya, bakuchiol sangat stabil di bawah paparan sinar ultraviolet (UV). Kamu bisa dengan aman menggunakannya di pagi maupun malam hari untuk memproteksi kulit dari radikal bebas sepanjang hari.
Keunggulan lain yang membuat bahan ini kian dicintai adalah profil keamanannya. Jika retinol mutlak harus dihindari oleh perempuan yang sedang mengandung atau menyusui karena risiko efek samping pada janin, bakuchiol justru aman ibu hamil dan menyusui. Jadi, kamu tetap bisa merawat kulit dan menjaga kekencangan wajah dengan tenang selama masa kehamilan dengan menggunakan bakuchiol.
Cara Pakai Bakuchiol dalam Rutinitas Skincare
Memasukkan zat aktif ini ke dalam ritual perawatan kulit harian kamu sebenarnya sangat mudah karena sifatnya yang fleksibel dan tidak rewel. Agar hasilnya maksimal dan kulit sensitif kamu tetap tenang, berikut adalah panduan langkah demi langkah yang bisa diikuti.
- Lakukan Patch Test Terlebih Dahulu: Sama seperti menggunakan produk skincare lainnya, kamu bisa mengoleskan sedikit produk di area belakang telinga atau rahang selama 24–48 jam untuk memastikan tidak ada reaksi alergi sebelum memutuskan menggunakan produk tertentu yang mengandung bakuchiol.
- Gunakan Setelah Membersihkan Wajah: Aplikasikan serum atau pelembap bakuchiol setelah kamu mencuci muka dan menggunakan toner. Jika berbentuk serum, gunakan beberapa tetes dan tepuk-tepuk lembut ke seluruh wajah dan leher.
- Gunakan di Pagi dan Malam Hari: Untuk mempercepat regenerasi kulit dan melawan tanda penuaan, kamu bisa menggunakannya dua kali sehari. Di pagi hari, jangan lupa untuk selalu mengakhirinya dengan sunscreen minimal SPF 30 untuk perlindungan optimal.
- Padukan dengan Kandungan yang Tepat: Kamu mungkin bertanya-tanya, bolehkah bakuchiol dipakai bareng vitamin C? Kombinasi keduanya justru menjadi duet maut yang luar biasa. Sifat antioksidan dari vitamin C akan mencerahkan dan melindungi kulit di pagi hari, sementara bakuchiol fokus memicu produksi kolagen dan menenangkan kulit.
Saat rutin menggunakannya sebagai produk perawatan kulit, kamu perlu sedikit bersabar karena produk alami membutuhkan waktu untuk menunjukkan keajaibannya. Biasanya, hasil nyata berupa kulit yang lebih kenyal, halus, dan berkurangnya tanda penuaan berupa garis halus mulai terlihat secara bertahap dalam waktu 6 hingga 12 minggu pemakaian rutin. Kuncinya adalah konsistensi dan menjaga kelembapan alami kulitmu.
Jadi, sudah siap mencoba bakuchiol sebagai alternatif zat dalam skincare harian kamu?
Pilihan Editor: Hyaluronic Acid dalam Collagen Stimulator Bisa Dipadukan Skincare Routine? Ini Penjelasannya
HARVARD HEALTH | THE ORGANIC PHARMACY | PUBMED CENTRAL
Carolyn Nathasa Dharmadhi
Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.

















































