Colliers Bahas Potensi Kenaikan Harga Apartemen Imbas Global

6 hours ago 1

KEPALA Departemen Riset Colliers Indonesia Ferry Salanto memperkirakan kenaikan harga apartemen pada paruh kedua tahun ini. “Terutama karena biaya konstruksi yang kemungkinan akan naik akibat faktor global,” kata Ferry dalam konferensi pers daring, Rabu, 8 April 2026.

Untuk saat ini, Ferry mencatat harga apartemen stabil di kisaran Rp 36,2 juta per meter persegi pada tahun ini. Kenaikan diperkirakan terjadi pada harga apartemen baru, sebagai imbas tekanan geopolitik global dan kenaikan harga material. 

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Soal penjualan, Ferry mengungkapkan pasar apartemen saat ini masih cukup bergantung pada fasilitas Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP). Ferry menjelaskan dampak insentif pajak tersebut belum signifikan mendongkrak permintaan apartemen. Namun tanpa PPN DTP, permintaan apartemen akan lebih terbatas. 

Ia pun menyoroti perubahan fasilitas PPN DTP tahun ini dibandingkan pada 2025. Untuk tahun ini, pemerintah menerapkan PPN DTP sebesar 100 persen. Sementara sebelumnya, pemerintah menerapkan dua fase PPN DTP sehingga hanya pada enam bulan pertama mendapatkan insentif 100 persen, sedangkan enam bulan terakhir hanya sebesar 50 persen. Insentif pajak yang flat saat ini, kata Ferry, memberikan ruang yang lebih besar bagi konsumen untuk memanfaatkan PPN DTP. 

Colliers mencatat total apartemen yang terserap sepanjang kuartal pertama tahun ini adalah 206.000 unit. Sementara itu ada sekitar 29 ribu unit yang belum terserap, yang 27 ribu unit di antaranya merupakan siap huni. Namun, Ferry mengingatkan, di antara total unit tersebut terdapat 1 persen unit mewah dengan harga di atas Rp 5 miliar yang tidak bisa mendapatkan PPN DTP.

Untuk kinerja pada kuartal II hingga IV, Ferry memperkirakan terdapat 2.000 unit yang terjual. Dengan jumlah penjualan pada kuartal pertama yang mendekati 300 ribu unit dan ekspektasi hingga akhir tahun, Ferry memperkirakan total serapan pada tahun ini bisa sama seperti pada 2023 yang menyentuh 1.200 unit. “2026 dengan kondisi makroekonomi yang stabil harusnya (penjualan) apartemen bisa lebih baik dibandingkan 2024 sampai 2025,” tuturnya. 

Dari total pembelian, Ferry mengatakan permintaan lebih banyak terserap di unit siap huni, sedangkan proyek baru cenderung tertahan dan lebih banyak diserap oleh konsumen kelas atas. 

Selain itu, pengembang lebih fokus mendorong penjualan stok lama dengan menawarkan insentif seperti diskon hingga 20 persen, pemberian furnitur gratis, hingga KPR bunga rendah. Collies mencatat pada kuartal pertama tahun ini hanya ada 192 unit apartemen baru. “Developer itu sekarang jauh lebih selektif. Mereka tidak lagi agresif untuk mengeluarkan proyek-proyek baru,” kata Ferry.

Adapun jumlah unit baru dari 2020 hingga 2025 tercatat 19.300 unit. Untuk periode 2026 sampai 2029, Ferry memperkirakan total unit yang akan dibangun hanya sekitar 3.100 dengan rata-rata per tahun itu sekitar 650 unit.  

Read Entire Article
Parenting |