PT DANANTARA Asset Management mengakuisisi saham perusahaan manajer investasi milik sejumlah bank pelat merah. Perusahaan manajer investasi yang diambil alih oleh Danantara, yaitu PT BRI Manajemen Investasi, PT Permodalan Nasional Madani Investment Management yang merupakan anak usaha dari BRI, PT Mandiri Manajemen Investasi, serta PT BNI Asset Management.
Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Danantara membeli 19,5 juta saham milik BRI Manajemen Ivestasi yang masing-masing bernilai Rp 1.000. Adapun total nilai transaksi adalah Rp 975 miliar.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
“Jumlah saham tersebut setara dengan 65 persen dari seluruh modal ditempatkan dan disetor yang dikeluarkan oleh BRI MI,” tulis manajemen BRI dalam keterbukaan informasi, dikutip Rabu, 8 April 2026.
Kemudian, Danantara membeli 109.999 saham milik PNM Investment Management, yang masing-masing saham bernilai Rp 1 juta. Jumlah saham tersebut setara dengan 99,999 persen dari seluruh modal ditempatkan dan disetor yang dikeluarkan oleh PNM IM. Adapun total nilai transaksi pembelian adalah Rp 345 miliar.
Berikutnya, Danantara membeli saham BNI Asset Management sebanyak 39.960.000 saham, dengan nilai masing-masing saham Rp 1.000. Jumlah saham tersebut setara dengan 99,9 persen dari seluruh modal ditempatkan dan disetor dalam BNI AM. Total nilai transaksi ini adalah sebesar Rp 359,64 miliar.
Terakhir, Danantara mengakuisisi saham Mandiri Manajemen Investasi sebanyak 1.499 lembar saham atau setara dengan 99,93 persen dari saham MMI yang dimiliki oleh Mandiri Sekuritas. Total nilai transaksi tersebut sebsar Rp 1,02 triliun.
Chief Investment Officer Danantara Pandu Sjahrir mengatakan akuisisi tersebut merupakan bagian dari upaya Danantara untuk merampingkan dan juga memperbesar institusi. “Jadi salah satu caranya adalah dengan melakukan merger beberapa perusahaan yang sebenarnya agak mirip-mirip,” kata Pandu kepada media di Menara Bank Mega, Jakarta, Selasa, 7 April 2026.


















































