PEBISNIS Elon Musk dilaporkan kalah dalam gugatan terhadap Sam Altman dan OpenAI setelah sembilan juri di California memutuskan secara bulat bahwa gugatan tersebut diajukan melewati batas waktu yang ditentukan hukum.
Dalam gugatan itu, Musk menuduh Sam Altman, Greg Brockman, OpenAI, dan Microsoft telah “mencuri sebuah badan amal” dengan membentuk entitas berorientasi profit dari laboratorium kecerdasan buatan tersebut. Namun, juri menilai dugaan kerugian yang dialami Musk terjadi sebelum tenggat pengajuan gugatan.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Persidangan yang mengulas sejarah OpenAI dan menghadirkan sejumlah tokoh Silicon Valley itu berfokus pada dugaan janji yang dibuat dan dilanggar oleh para tergugat kepada Musk. OpenAI juga mengajukan pembelaan bahwa klaim Musk telah kedaluwarsa karena dugaan kerugian terjadi sebelum 2021.
Hakim Yvonne Gonzalez Rogers mengatakan putusan juri didukung banyak bukti. “Ada sejumlah besar bukti yang mendukung temuan juri. Itulah sebabnya saya siap membatalkan kasus ini saat itu juga,” kata Rogers setelah putusan dibacakan, dikutip dari laporan Tech Crunch, 18 Mei 2026.
Putusan tersebut mengakhiri salah satu ancaman besar terhadap OpenAI, yakni kemungkinan restrukturisasi perusahaan di tengah laporan rencana penawaran saham perdana atau IPO perusahaan itu.
Pengacara utama OpenAI, Bill Savitt, menyebut gugatan Musk tidak berdasar. “Tidak sampai dua jam bagi para juri untuk menyimpulkan bahwa gugatan Tn. Musk tidak lebih dari rekayasa yang dibuat belakangan dan sama sekali tidak berhubungan dengan kenyataan,” ujar Savitt.
“Mereka menyingkirkannya tepat ke tempat yang seharusnya, ke pinggir. Gugatan ini adalah upaya munafik untuk menyabotase pesaing,” lanjutnya.
Microsoft, yang turut digugat karena dianggap membantu dugaan pelanggaran amanah amal oleh OpenAI, menyambut baik putusan tersebut. Perusahaan menyatakan tetap berkomitmen melanjutkan kerja sama dengan OpenAI untuk mengembangkan teknologi AI.
Persidangan juga sempat membahas potensi nilai ganti rugi jika Musk memenangkan perkara. Namun, hakim mempertanyakan analisis ahli yang menghitung dugaan keuntungan tidak sah OpenAI dan Microsoft sebesar US$ 78,8 miliar hingga US$ 135 miliar.
Usai putusan dibacakan, Musk menyatakan akan mengajukan banding. Dalam unggahannya di X, ia menulis, “Tidak ada keraguan bagi siapa pun yang mengikuti kasus ini secara rinci bahwa Altman & Brockman memang memperkaya diri dengan mencuri sebuah badan amal. Satu-satunya pertanyaan adalah kapan mereka melakukannya!”
“Saya akan mengajukan banding ke Ninth Circuit, karena menciptakan preseden untuk menjarah badan amal sangat merusak praktik donasi amal di Amerika,” lanjut Musk.
Sementara itu, pengacara Musk, Marc Toberoff, hanya memberikan komentar singkat saat dimintai tanggapan. “Satu kata: Banding.”
















































