Feast Soroti Ekonomi dan Pendidikan di Sunset di Kebun

2 hours ago 8

RIBUAN penonton memadati festival Sunset di Kebun yang digelar selama dua hari, Sabtu dan Minggu, 20-21 Juni 2026, di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta. Suasana hangat terasa sejak awal acara. Penonton menikmati pertunjukan sambil sambil duduk santai di atas rerumputan, tikar, hingga bean bag warna-warni yang tersebar di sekitar panggung.

Antusiasme penonton sudah terlihat sejak pukul 12.00 WIB. Mereka mulai memadati area konser dan menyaksikan setiap penampil meski cuaca terik. Menjelang senja, suasana semakin hangat. Penonton bernyanyi bersama mengikuti lagu-lagu yang dibawakan para musisi. 

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Salah satunya grup musik Feast, yang tampil membawakan beberapa lagu populer. Di antaranya, "Dalam Hitungan", "Bintang Massa Aksi", dan "Peralihan". Sejak lagu pertama di mainkan, Feast menghadirkan getaran khasnya melalui lirik-lirik yang mengangkat berbagai persoalan sosial dan politik. Sebagian penonton yang semula duduk santai terlihat maju ke depan dan berdiri untuk menikmati penampilan mereka. 

Di sela-sela penampilannya, bassist Feast, Awan, melontarkan komentar mengenai kondisi ekonomi saat ini. Dengan gaya bercanda yang diselimuti kritik, ia menyinggung kenaikan nila dolar Amerika Serikat. “Dolar naik ya, makanya pada nabung emas,” ujar Awan, yang disambut gelak tawa penonton, pada Sabtu, 20 Juni 2026,

Salah satu momen yang paling menyita perhatian penonton terjadi saat Feast membawakan "Nina". Awan memperkenalkan lagu cinta tersebut sebagai lagu tentang kasih sayang dan harapan. Namun sebelum lagu dimainkan, ia menyinggung persoalan pendidikan yang menurutnya semakin sulit dijangkau oleh sebagian masyarakat.

“Nina seorang anak. Biaya sekolah sekarang mahal. Harusnya pendidikan murah,” kata Awan, yang langsung disambut teriakan penonton.

Band yang digawangi oleh Baskara Putra itu menutup penampilannya di dengan berbagai refleksi dan kritik mengenai sosial, politik dan juga lingkungan.

Selain Feast, beberapa musisi lainnya yang tampil termasuk Lomba Sihir, Hindia, Tulus, Perunggu, Nadin Amizah, Alkateri, Fiersa Besari, Magnolia Celebration, Dere, Reruntuh, dan Skyline. Festival ini dirancang agar semua usia bisa menikmati kegiatan seru lainnya seperti market sunset yang menyediakan berbagai kuliner, produk kreatif, dan ruang interaksi lainnya yang didesain untuk seluruh usia agar dapat menikmati suasana hangat sambil ditemani pertunjukan musik.

Pengunjung dapat menikmati beragam pertunjukan seni budaya seperti Tanjidor, Tari Sirih Kuning, Tari Enjot Enjotan, Tari Enggang, Dholl, hingga pertunjukan Gek Gek Gong Teater dalam program Kultura.  Sementara melalui program Natura, pengunjung diajak mengikuti berbagai aktivitas kreatif berbasis alam, mulai dari kelas kokedama, flower box bouquet, orchid bag charm, nail art, hingga berbagai kegiatan edukasi yang menghubungkan kreativitas dengan pelestarian lingkungan. 

Read Entire Article
Parenting |