FILM horor komedi berjudul Cek Khodam menyoroti perubahan cara pandang masyarakat terhadap hal-hal mistis yang kini tak lagi dianggap menakutkan. Sutradara Jeropoint mengatakan bahwa ide film ini memang berangkat dari tren yang sempat viral di TikTok beberapa tahun lalu.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
"Aku melihat sebuah ironi yang mana dulu kita tuh takut sama setan, lihat setan pasti lari. Sekarang tempat angker, ada setan, ambil kamera, bikin konten. Jadi ya dari ironi itu aku rasa punya banyak poin-poin menarik dan elemen buat kita jadikan sebuah horor komedi," kata Jeropoint dalam konferensi pers peluncuran film Cek Khodam di Jakarta pada Kamis, 25 Juni 2026.
Produser Dheeraj Kalwani dari Dee Company menilai film ini ingin membalikkan pakem horor yang selama ini identik dengan manusia takut kepada hantu. Dalam film Cek Khodam, hantu digambarkan sebagai pihak yang takut kepada manusia. Ia menilai konsep tersebut relevan dengan kondisi saat ini.
Menurutnya, rasa takut masyarakat telah bergeser dari hal-hal mistis ke persoalan kehidupan sehari-hari. "Ketakutan manusia terus menurun. Sekarang manusia lebih fokus ke tagihan, lebih takut sama tanggal tua, pinjol, dan lain-lain," ujarnya.
Cek Khodam mengikuti kisah tiga sahabat, Sakti (Jirayut), Wira (Saputra Kori), dan Bima (Benidictus Siregar). Tanpa disadari, aksi mereka membuat AKM (Angka Ketakutan Manusia) anjlok drastis. Demi memulihkan martabat dunia gaib, Panglima Khodam ditugaskan turun ke dunia manusia untuk mengembalikan rasa takut. Namun, misi itu justru berujung kacau. Semakin gigih para khodam meneror manusia, semakin besar pula kekacauan yang mereka timbulkan.
Jirayut mengaku sempat ragu saat pertama kali mendapat tawaran membintangi Cek Khodam. Ia merasa kurang percaya diri karena pengalamannya bermain film masih terbilang minim, sementara dalam proyek produksi Dee Company tersebut ia langsung dipercaya sebagai pemeran utama.
Keyakinannya baru muncul setelah mendapat dukungan dari sang ibu. Menurut Jirayut, ibunya yang merupakan penggemar film horor mendorongnya untuk menerima peran tersebut karena ingin melihat putranya tampil di layar lebar. "Aku merasa harus bekerja lebih keras dibanding yang lain karena masih baru di dunia film. Aku juga harus cepat masuk ke karakter Sakti, apalagi dipasangkan dengan pemain-pemain yang pengalamannya sudah luar biasa. Dari situ aku terus menyemangati diri sendiri kalau aku pasti bisa. Yang penting berani bertanya dan terus belajar," ungkap Jirayut.
Menurut Saputra Kori, Cek Khodam bukan sekadar film horor komedi seperti yang tergambar dari judulnya. Ia menilai cerita yang disusun sutradara Jeropoint ini memiliki banyak pesan moral dan premis yang menarik. "Wira jadi karakter yang membawa sisi drama dari cerita ini. Jadi ada drama, komedi, horor, sedikit romansa juga dari Kak Beni (Benidictus Siregar). Makanya akhirnya aku ambil ini sebagai salah satu cara buat menantang diri aku," tutur Kori.
Benidictus Siregar memerankan karakter Bima, sosok yang dikenal paling setia dan selalu mengutamakan orang-orang terdekatnya. "Pas tahu sutradaranya Mas Jero, aku langsung tertarik. Melihat karya-karya sebelumnya, ditambah pemainnya unik-unik. Sama Kori aku pernah main bareng, tapi sedikit banget, sedangkan sama Jirayut belum pernah," katanya.
Ia pun memberikan apresiasi kepada Jirayut yang dinilainya menunjukkan perkembangan pesat selama proses syuting. "Progres Jirayut luar biasa. Waktu syuting dia benar-benar memberikan warna baru untuk film ini," ucapnya.
Cek Khodam akan tayang di bioskop mulai Kamis, 16 Juli 2026.

















































