Geliat Mencari Aktivitas Edukatif Anak di Era Digital

4 hours ago 7

DI tengah meningkatnya fokus orang tua terhadap pencapaian akademik anak, kebutuhan akan ruang bermain yang mendorong aktivitas fisik dan interaksi sosial mulai mendapat perhatian. Aktivitas bermain kini tidak hanya dipandang sebagai hiburan, tetapi juga bagian dari proses tumbuh kembang anak.

Co-Founder & President Director Wonderlab, Belinda Luis, mengatakan perkembangan fisik memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak. Menurut dia, aktivitas bergerak dapat membantu anak membangun keberanian, kepercayaan diri, hingga kemampuan beradaptasi.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

"Saat ini terlalu banyak fokus diberikan pada perkembangan akademik, sementara perkembangan fisik yang membentuk ketangguhan dan karakter anak justru sering diabaikan," kata Belinda dalam peluncuran Wonderlab di Senayan City, Jakarta, Senin, 15 Juni 2026.

Gabungan Unsur Teknologi dan Aktivitas Fisik

Belinda menilai anak perlu memiliki ruang untuk bergerak, mencoba hal baru, menghadapi tantangan, hingga belajar dari kegagalan melalui pengalaman langsung. Di sisi lain, perkembangan teknologi juga mendorong perubahan cara anak bermain dan belajar. Karena itu, sejumlah ruang bermain mulai menggabungkan unsur teknologi dan aktivitas fisik untuk menciptakan pengalaman yang lebih interaktif.

Co-Founder & Creative Director Wonderlab, Christian Melvin, mengatakan konsep tersebut diterapkan melalui kombinasi audio, visual, pencahayaan, dan berbagai tantangan permainan yang melibatkan anak secara aktif.

Pengunjung di area bermain Wonderlab. Dok. Wonderlab

"Kami mengombinasikan sensory experience melalui audio, visual, lighting, dan berbagai tantangan interaktif. Jadi anak-anak tidak hanya bermain, tetapi juga diajak berinteraksi dan memecahkan tantangan bersama," ujar Christian.

Menurut dia, sejumlah permainan juga dirancang untuk mendorong kerja sama antarpengunjung. Anak-anak tidak hanya menikmati wahana, tetapi juga diajak berpartisipasi dalam berbagai tantangan yang membutuhkan interaksi dan kolaborasi.

Memperkuat Bonding

Selain menjadi sarana eksplorasi bagi anak, aktivitas bermain juga dapat memperkuat hubungan antara anak dan orang tua. Belinda mengatakan banyak orang tua yang ikut mendampingi anak saat mencoba berbagai permainan yang tersedia.

"Kami melihat banyak orang tua yang menemani anak-anaknya melewati tantangan satu per satu. Ada yang membantu dari titik awal sampai akhir, ada juga yang ikut bermain bersama. Momen seperti itu menciptakan bonding antara orang tua dan anak," kata Belinda.

Christian menambahkan penggunaan pencahayaan yang lebih redup dibanding area bermain pada umumnya juga sengaja diterapkan untuk menciptakan pengalaman multisensori yang lebih imersif bagi pengunjung.

"Kami ingin menciptakan pengalaman yang lebih imersif. Karena fokusnya sensory play, ada elemen-elemen tertentu yang memang ingin kami highlight melalui pencahayaan dan visual," ujarnya.

Menurut Christian, pendekatan tersebut juga merupakan respons terhadap karakter generasi Alpha yang tumbuh berdampingan dengan teknologi sejak usia dini. Namun, teknologi yang digunakan tidak ditujukan sebagai hiburan pasif, melainkan sarana agar anak tetap aktif bergerak, berinteraksi, dan bereksplorasi.

GHAEIZA KAY RASUFFI

Read Entire Article
Parenting |