GENRE musik dangdut kembali menunjukkan popularitasnya di kalangan anak muda Indonesia. Melihat tingginya minat masyarakat terhadap genre musik tersebut, Google turut mengangkat tema dangdut dalam perayaan Hari Musik Sedunia di tahun 2026 ini.
"Trennya, statistiknya oke, naik terus. Aku lihat bahwa sekarang Gen Z juga sudah bisa menerima Dangdut. Bukan hanya orang-orang jadul, tapi sekarang generasi Z juga bisa menikmati dan bisa menerima," ucap penyanyi dangdut legendaris, Inul Daratista saat ditanya mengenai tren industri musik dangdut di acara Geal Geol Google, Jakarta, Kamis, 18 Juni 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Musik dangdut kerap semakin digemari oleh anak muda selama beberapa tahun belakangan ini. Tak sedikit lagu dangdut yang belakangan viral dan digunakan dalam berbagai konten media sosial anak muda. Dari video joget hingga konten hiburan sehari-hari, lagu-lagu tersebut terus muncul di linimasa dan membuat semakin banyak orang akrab dengan musik dangdut.
Karya musik bernuansa dangdut yang sedang ramai digemari anak muda belakangan ini adalah Hipdut, yaitu istilah kekinian yang mendeskripsikan musik Hip-hop dengan campuran Dangdut. Salah satu lagu yang dikenal akan musik Hipdut-nya antara lain Garam & Madu serta Kasih Aba-Aba, karya Naykilla, Tenxi, dan Jemsii.
Tingginya minat masyarakat terhadap musik dangdut tercermin dari meningkatnya pencarian terkait dangdut di Google sepanjang tahun terakhir. Berdasarkan data sepanjang tahun ini, pencarian untuk genre Popdut meningkat 30 persen, sementara Disco Dangdut naik 20 persen. Minat masyarakat terhadap pengalaman hiburan dangdut juga terlihat dari pencarian Dangdut Cafe yang melonjak 90 persen dan Konser Dangdut yang meningkat 30 persen.
“Ternyata dangdut itu memang tidak pernah kehilangan tempat di hati masyarakat Indonesia. Dari dulu sampai sekarang, dangdut terus bergerak mengikuti zaman, tapi tetap punya rasa yang dekat dengan kehidupan sehari-hari,” kata Inul Daratista.
Sebagai pelaku di industri musik dangdut, Inul mengaku senang melihat generasi baru masih mencari, mendengarkan, bahkan menikmati goyangan khas dangdut. Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa dangdut tetap mampu beradaptasi tanpa kehilangan identitasnya.
“Ini bukti bahwa dangdut bukan hanya musik hiburan, tapi juga bagian dari budaya kita yang hidup lintas generasi,” lanjutnya.
Dalam rangka merayakan Hari Musik Sedunia, Google mengadakan acara Goal Geol Google pada Kamis, 18 Juni 2026, dengan rangkaian acara berupa Senam Kesegaran Jasmani (SKJ) yang dipandu oleh penyiar radio Reza Chandika serta tampilan lagu dari Inul Daratista. Selain itu, halaman utama Google juga dihiasi Doodle spesial bertema Dangdut karya ilustrator Ardhira Putra mulai tanggal tanggal 21 Juni 2026.
















































