Iran Tutup Wilayah Udara di Tengah Ancaman Serangan AS

19 hours ago 15

IRAN menutup sementara wilayah udara bagian barat negara itu pada Sabtu, 23 Mei 2026, di tengah meningkatnya ketegangan kawasan serta kekhawatiran atas kemungkinan serangan baru Amerika Serikat terhadap Teheran.

Menurut laporan Gulf News, Organisasi Penerbangan Sipil Iran mengumumkan, "Seluruh izin penerbangan sipil di bandara yang berada di sektor barat Tehran Flight Information Region ditangguhkan untuk sementara". Kebijakan itu diumumkan ketika upaya diplomatik antara Iran dan Amerika Serikat untuk mencapai kesepakatan masih berlangsung.

Dalam pernyataannya, otoritas penerbangan Iran menyebut hanya delapan bandara di seluruh negeri yang tetap beroperasi. Bandara tersebut antara lain Bandara Mehrabad dan Imam Khomeini di Teheran, serta bandara di Isfahan dan Yazd.

Namun, operasional penerbangan di bandara-bandara itu juga dibatasi. Penerbangan hanya diperbolehkan berlangsung pada siang hari, yaitu sejak matahari terbit hingga terbenam. Setiap maskapai juga diwajibkan memperoleh persetujuan baru dari Organisasi Penerbangan Sipil Iran untuk setiap penerbangan yang dilakukan.

Target ke Infrastruktur Strategis Iran

Dilansir dari The Indian Express, penutupan wilayah udara itu dinilai menjadi indikasi kuat bahwa Teheran memperkirakan kemungkinan aksi militer dalam beberapa hari mendatang. Wilayah barat Iran diketahui menjadi lokasi sebagian besar infrastruktur nuklir, rudal, dan pertahanan udara negara tersebut.

Sejumlah fasilitas strategis Iran berada di kawasan itu, termasuk Natanz, Fordow, Arak, dan Kermanshah. Lokasi-lokasi tersebut telah berulang kali menjadi sasaran sejak perang pecah pada 28 Februari lalu.

Laporan itu juga menyebut wilayah udara Iran sebenarnya telah diklasifikasikan tertutup dalam advis keselamatan penerbangan internasional sejak konflik dimulai. Namun, penerbitan pemberitahuan terbaru oleh Iran disebut menjadi pembatasan paling luas dalam beberapa pekan terakhir.

Selain itu, laporan dari Teheran turut mencatat adanya aktivitas tidak biasa Angkatan Udara Iran, termasuk pergerakan jet tempur dari Bandara Mehrabad.

Amerika Serikat Siapkan Opsi Serangan

Penutupan wilayah udara Iran terjadi beberapa jam setelah muncul laporan mengenai kemungkinan langkah militer baru Amerika Serikat terhadap Iran.

Pemerintahan Presiden Donald Trump dilaporkan tengah mempersiapkan kemungkinan serangan baru terhadap Iran. Keputusan itu memicu spekulasi mengenai kemungkinan respons militer Washington terhadap perkembangan situasi di Timur Tengah.

Read Entire Article
Parenting |