CANTIKA.COM, Jakarta - Menyambut bulan Ramadan, masyarakat biasa ngopi mungkin akan mengalami tantangan tambahan. Mereka tiba-tiba harus mengurangi kafein ketika menjalani ibadah puasa dan mengalami gejala putus kafein.
Spesialis Penyakit Dalam dari Prime Medical Center Dubai, Javeed Ashfaque, menjelaskan gejala putus kafein biasanya dimulai pada 12 hingga 24 jam setelah waktu terakhir mengonsumsinya. Gejala ini akan mencapai puncaknya antara 20 hingga 51 jam dan dapat berlangsung selama dua hingga sembilan hari lamanya tergantung kebiasaan pengonsumsinya.
Saat gejala putus kafein terjadi, orang akan merasakan sakit kepala, kelelahan atau mengantuk, mudah tersinggung, hingga perubahan suasana hati. Kemudian juga kesulitan berkonsentrasi, kekakuan otot dan mual serta sakit perut juga bisa terjadi.
Pandangan yang sama juga datang dari Spesialis Kedokteran Keluarga dari Lifecare Hospital Uni Emirat Arab, Faisal Arshad. Ia menyebut bahwa kafein sejenis stimulan alami yang meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi kelelahan. Tapi mengonsumsinya dalam dosis tinggi dapat menyebabkan gugup, jantung berdebar, dan insomnia.
“Menghentikan konsumsi kafein secara tiba-tiba, terutama saat berpuasa, dapat memicu gejala penarikan seperti sakit kepala, kelelahan, mudah tersinggung, bahkan kesulitan berkonsentrasi,” kata Faisal dalam analisisnya di laman Gulfnews pada 11 Februari 2026.
Pandangan dua pakar kesehatan ini dapat menjadi pedoman kewaspadaan bagi masyarakat yang menjalani ibadah puasa ramadan, terutama bagi mereka yang rutin mengonsumsi kafein dalam dosis tinggi. Jika mereka berhenti secara mendadak, tentu akan memengaruhi kondisi tubuh saat berpuasa karena mudah kelelahan akibat putus kafein.
Cara Aman Kurangi Kafein
Kedua dokter tersebut merekomendasikan pendekatan pengurangan dosis secara bertahap. Seperti mengurangi 25 hingga 50 persen kafein harian setiap harinya. Misalnya, jika sebelumnya minum kopi sebanyak tiga cangkir, kurangi menjadi dua selama beberapa hari, lalu berakhir pada satu cangkir saja.
Penting juga untuk beristirahat yang cukup serta mengurangi penurunan energi selama masa pengurangan kafein ini. Jalan kaki singkat atau aktivitas ringan dapat meningkatkan kewaspadaan secara alami dan mendukung kelancaran berpuasa.
Mengurangi konsumsi kafein secara bertahap bisa disebut sebagai solusi terbaik bagi maniak kopi saat ramadan. Ketimbang mereka menurunkan dosisnya secara drastis dalam waktu yang singkat.
TEMPO |ALIF ILHAM FAJRIADI
Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.
















































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5357081/original/011599400_1758518426-expressive-young-girl-posing.jpg)