PELATIH Chelsea Liam Rosenior tak bisa lagi menutup-nutupi kenyataan pahit. Kekalahan telak 0-3 dari Brighton & Hove Albion di AMEX Stadium pada Rabu dinihari, 22 April 2026, membuat The Blues terlempar ke posisi ketujuh klasemen Liga Inggris.
Rosenior menyebut ini sebagai malam tergelap sepanjang kariernya. "Ini jauh yang terburuk. Tidak dapat diterima dalam setiap aspek permainan, juga dalam sikap kami. Saya terus datang ke sini dan membela para pemain. Tapi penampilan malam ini tidak bisa dibela,” ucap dia, seperti dikutip dari ESPN.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Bermain di hadapan pendukung sendiri, Brighton langsung tampil dominan. Hanya tiga menit laga berjalan, skema sepak pojok berbuah malapetaka bagi Chelsea. Tembakan mendatar Ferdi Kadoglu membentur pemain bertahan Chelsea sebelum bersarang di gawang Robert Sanchez dengan skor 1-0.
Brighton terus menekan sepanjang babak pertama. Pada menit ke-15, sundulan Jan Paul van Hecke nyaris menggandakan keunggulan, namun masih dapat ditepis Sanchez. Chelsea kesulitan keluar dari tekanan dan tak mampu menciptakan peluang berarti hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Rosenior melakukan sejumlah pergantian pemain untuk membangkitkan timnya. Namun Brighton tak memberi ruang. Pada menit ke-56, serangan balik cepat The Seagulls berbuah gol kedua. Jack Hinshelwood menyelesaikan umpan Gorginio Rutter dengan sempurna untuk mengubah skor menjadi 2-0.
Chelsea yang tertinggal dua gol mencoba meningkatkan tekanan. Garnacho dan Marc Guiu sempat mendapat beberapa peluang, namun lini pertahanan Brighton tampil kokoh. Di masa injury time, Danny Welbeck, yang masuk sebagai pemain pengganti, memaksimalkan umpan Maxime De Cuyper untuk menutup kemenangan Brighton menjadi 3-0.
Dalam pertandingan ini, Chelsea bahkan gagal mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran sepanjang laga. Rosenior pun mendapat cemooh dari suporter pada babak kedua. "Profesionalisme tidak terlihat. Ini malam yang sangat sulit. Saya tidak ingin melihat lagi apa yang saya lihat hari ini,” ucap dia.
Rosenior juga mengakui harus introspeksi diri, meski ia menyoroti minimnya dedikasi sebagian besar pemainnya. "Kami harus bercermin, saya juga harus bercermin. Sikap, semangat, dan determinasi secara umum tidak terlihat. Mungkin hanya ada tiga atau empat pemain yang menunjukkannya. Itu jauh dari cukup untuk klub ini,” ujar dia.
Hasil ini semakin memperdalam krisis Chelsea. Kekalahan dari Brighton adalah yang ketujuh dalam delapan laga terakhir di semua kompetisi, dan The Blues kini hanya meraih satu kemenangan dalam sembilan pertandingan terakhir.
Yang lebih mengejutkan, Chelsea kini menelan lima kekalahan beruntun di liga tanpa mencetak satu gol pun. Situasi serupa pernah terjadi pada 1912. Di klasemen, Chelsea kini berada di peringkat ketujuh dengan 48 poin, tertinggal tujuh poin dari Liverpool di posisi kelima, batas terakhir tiket Liga Champions, dengan hanya empat laga tersisa. Sementara Brighton menyalip mereka ke posisi keenam dengan 50 poin.
Kondisi ini semakin berat mengingat Chelsea juga harus kehilangan tiga penyerang sekaligus karena cedera seperti Cole Palmer, Estevao, dan Joao Pedro. Meski masih akan menghadapi semifinal FA Cup melawan Leeds United pada akhir pean ini, Rosenior sadar pekerjaan rumah yang harus diselesaikan jauh lebih besar dari sekadar satu laga. "Saya sudah membahas secara mendalam tentang apa yang harus terjadi di klub ini, terlepas dari siapa pun manajernya. Ini bukan tentang saya. Ini tentang klub ini,” ucap dia.


















































