Kemenkeu Targetkan Rp 10 Triliun dari Lelang Sukuk 30 Juni

1 hour ago 6

PEMERINTAH, melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu), akan kembali melelang delapan seri Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara pada Selasa, 30 Juni 2026. Lelang obligasi ini ditargetkan meraup Rp 10 triliun atau lebih rendah dari target pada lelang sebelumnya, yakni Rp 12 triliun.

Mengutip laman laman Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kemenkeu, seri SBSN yang dilelang adalah seri SPN-S (Surat Perbendaharaan Negara-Syariah) dan PBS (Project Based Sukuk). Ada delapan seri yang akan dilelang. Di antaranya SPNS10082026 (reopening), SPNS16122026 (reopening), dan SPNS01032027 (reopening). Ketiga seri tersebut memiliki imbal hasil diskonto.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Selain itu, ada seri PBS030 (reopening), PBS040 (reopening), PBS034 (reopening), PBS005 (reopening) dan seri PBS038 (reopening). Seri PBS038 menawarkan imbal hasil tertinggi yakni 6,87500 persen, sedangkan seri yang menawarkan imbal hasil terendah adalah PBS040 senilai 5 persen.

Berdasarkan data DJPPR, minat investor dalam lelang sukuk negara merosot dalam lelang sebelumnya. Penawaran masuk atau incoming bids pada lelang SBSN 17 Juni lalu tercatat Rp 19,14 triliun sedangkan penawaran pada lelang 2 Juni 2026 tercatat Rp 26,04 triliun. Pada lelang sebelumnya, dengan target Rp 12 triliun pemerintah memutuskan hanya menyerap Rp 9,45 triliun.

Lelang kali ini akan dibuka Selasa, 30 Juni 2026 pukul 09.00 WIB dan ditutup pukul 11.00 WIB. Hasil lelang akan diumumkan pada hari yang sama sedangkan setelmen akan dilaksanakan pada tanggal 2 Juli 2026 atau 2 hari kerja setelah tanggal pelaksanaan lelang.

Penawaran obligasi pemerintah merupakan bagian dari pembiayaan anggaran dan juga menalangi defisit APBN tahun ini yang ditargetkan mencapai Rp 689,1 triliun. Berdasarkan undang-undang anggaran pendapatan dan belanja negara tahun anggaran 2026 atau UU APBN nomor 17 tahun 2025, pembiayaan utang tahun ini ditargetkan Rp 832,2 triliun. Angkanya naik dibanding target tahun lalu yang sebesar Rp 775,9 triliun.

Read Entire Article
Parenting |