Korban Kekerasan Daycare Little Aresha Diprediksi 200 Anak

1 week ago 44

KEPOLISIAN Resor Kota Yogyakarta memperkirakan jumlah anak yang menjadi korban kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta akan terus bertambah hingga mencapai sekitar 200 orang. Perkiraan itu muncul setelah polisi melanjutkan penyelidikan dan menetapkan 14 tersangka baru. Dengan penambahan tersebut, jumlah tersangka dalam kasus ini menjadi 27 orang.

"Pekan depan kami rencananya kembali melanjutkan pemeriksaan korban. Jika ditotal dari laporan awal hingga saat ini menjadi sekitar 200-an anak," kata Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal Polresta Yogyakarta Inspektur Satu Apri Sawitri, Senin, 6 Juli 2026.

Apri mengatakan jumlah laporan korban pada gelombang pertama yang masuk setelah kasus ini mencuat mencapai 144 anak. Angka itu meningkat dari laporan awal yang mencatat 53 anak.

Polisi sempat menunda pemeriksaan terhadap laporan korban lainnya karena penyidik memprioritaskan penyelesaian berkas perkara 13 tersangka pada gelombang pertama. Langkah itu dilakukan agar berkas segera dilimpahkan ke kejaksaan sesuai batas waktu penahanan para tersangka.

Setelah melimpahkan berkas perkara gelombang pertama ke kejaksaan, penyidik kembali memeriksa laporan korban yang sempat tertunda sekaligus menetapkan tersangka baru. "Laporan yang belum diperiksa masih sekitar 60-an lagi dari orang tua korban yang melapor," kata Apri.

Apri mengatakan penyelidikan kasus dugaan kekerasan terhadap anak di Daycare Little Aresha Yogyakarta hingga kini masih terus berlangsung. Menurut dia, jumlah korban maupun tersangka masih berpotensi bertambah seiring dengan pengembangan penyidikan yang masih berjalan.

Polresta Yogyakarta melibatkan tim medis untuk memulihkan trauma dan memantau kondisi kesehatan anak-anak yang menjadi korban. Tim tersebut berasal dari Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr. Sardjito Yogyakarta.

"Terkait kondisi anak korban yang sudah melapor sebelumnya, untuk kesehatan fisik maupun psikis kami serahkan kepada tim medis, baik dokter anak maupun ahli tumbuh kembang dari RSUP dr. Sardjito," ujar Apri. Apri juga mengimbau para orang tua korban untuk terus memantau perkembangan kondisi anak mereka di rumah masing-masing.

Pilihan Editor: Bagaimana Sebaiknya Mengatur Operasi Rumah Penitipan Anak

Read Entire Article
Parenting |