INFO TEMPO - Pemerintah Kota Malang menempatkan sektor kesehatan sebagai salah satu pilar utama pembangunan berkelanjutan. Hal ini dilakukan agar seluruh masyarakat memperoleh akses terhadap layanan kesehatan yang berkualitas, merata, dan mudah dijangkau.
Di bawah kepemimpinan Wali Kota Malang Wahyu Hidayat dan Wakil Wali Kota Ali Muthohirin, sektor kesehatan ditempatkan sebagai salah satu prioritas pembangunan melalui Dasa Bakti Unggulan Ngalam Tahes. Program tersebut mencakup penguatan layanan kesehatan primer, peningkatan mutu rumah sakit dan puskesmas, digitalisasi layanan, percepatan penurunan stunting, peningkatan kesehatan ibu dan anak, serta penguatan layanan promotif dan preventif.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Penguatan sektor kesehatan tersebut juga mendukung Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam penguatan sumber daya manusia dan peningkatan kualitas pelayanan dasar menuju Indonesia Emas 2045.
Salah satu prioritas Pemerintah Kota Malang adalah memperkuat Universal Health Coverage (UHC) agar seluruh masyarakat memperoleh perlindungan jaminan kesehatan tanpa terkendala kemampuan ekonomi. Upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan BPJS Kesehatan, pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, serta dukungan APBD untuk pembiayaan peserta Penerima Bantuan Iuran Daerah (PBID).
Komitmen tersebut tercermin dari peningkatan cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang terus menunjukkan tren positif. Dari 94,77 persen pada awal 2021, meningkat menjadi 95,61 persen pada pertengahan tahun yang sama, kemudian mencapai 98,61 persen pada 2022. Kota Malang berhasil menembus 100 persen pada awal 2023, kemudian mencapai 107,88 persen pada 2024, 105,47 persen pada 2025, dan kembali meningkat menjadi 105,85 persen per 1 Januari 2026.
Atas capaian tersebut, Kota Malang menerima Penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Awards 2026 kategori utama sebagai bentuk pengakuan atas keberhasilan menghadirkan perlindungan kesehatan yang inklusif bagi masyarakat.
"Kesehatan masyarakat adalah fondasi pembangunan. Karena itu, kami terus berupaya menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin mudah diakses, berkualitas, dan merata. Bagi kami, pelayanan kesehatan bukan sekadar memenuhi target kinerja, tetapi memastikan setiap warga memperoleh haknya untuk hidup sehat dan produktif," kata Wali Kota Malang Wahyu Hidayat.
Penguatan layanan kesehatan tersebut turut berdampak pada berbagai indikator pembangunan daerah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang, usia harapan hidup mencapai 75,88 tahun pada 2025, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya dan berada di atas rata-rata nasional. Pada periode yang sama, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat menjadi 85,55, ekonomi tumbuh 5,92 persen, sedangkan tingkat kemiskinan turun menjadi 3,85 persen.
Pemerintah Kota Malang juga terus memperkuat kualitas layanan melalui digitalisasi pelayanan kesehatan, peningkatan sistem rujukan, penguatan fasilitas kesehatan primer, serta kolaborasi dengan rumah sakit, BPJS Kesehatan, perguruan tinggi, organisasi profesi, kader Posyandu, dunia usaha, dan masyarakat. Pendekatan pentahelix tersebut diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pelayanan kesehatan sekaligus memperluas jangkauan layanan kepada masyarakat.
Wahyu mengatakan peningkatan kualitas layanan kesehatan akan terus menjadi prioritas Pemerintah Kota Malang . Menurut dia, akses layanan yang cepat, mudah, dan berkualitas menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas hidup sekaligus produktivitas masyarakat.
"Kami ingin memastikan seluruh warga Kota Malang memperoleh akses layanan kesehatan yang mudah, cepat, dan berkualitas. Inilah wujud pelayanan publik yang menjadi prioritas kami," ujar Wahyu.

















































