MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Gubernur DIY sekaligus Raja Keraton Sri Sultan Hamengku Buwono X memperkenalkan becak kayuh listrik wisata atau Bekalista di kawasan Alun-Alun Kidul Kota Yogyakarta pada Kamis, 16 Juli 2026.
Purbaya yang sempat naik berkeliling dengan becak itu di Alun-Alun menyatakan Bekalista sebagai salah satu bentuk pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas melalui elektrifikasi yang diupayakan pemerintah pusat dan daerah.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
“Tradisi bukan untuk menghalangi kemajuan, tapi memberi arah agar kemajuan tidak kehilangan jati diri,” kata Purbaya di sela peluncuran.
Becak, kata Purbaya, telah menjadi ikon transportasi khas Yogyakarta. Dengan elektrifikasi menjadi becak listrik, ia berharap moda itu tetap lestari sekaligus lebih ramah lingkungan.
Total ada sebanyak 80 penerima manfaat dari program ini, dengan 15 pengayuh becak hadir mewakili dalam acara tersebut. Untuk mendukung keberlanjutan program itu, ekosistem Bekalista telah dilengkapi dengan 12 stasiun pengisian daya, satu bengkel mobile, delapan baterai cadangan, serta bengkel induk yang berada di SMK Negeri 3 Yogyakarta.
Seluruh pembangunan ekosistem tersebut disebut melibatkan 100 persen tenaga kerja lokal Yogyakarta. Mulai dari proses pabrikasi, perakitan, kelistrikan hingga pengembangan teaching factory di lingkungan pendidikan vokasi.
“Ekonomi yang kuat tumbuh dari rakyat. Hari ini yang kita elektrifikasi bukan sekitar Becak, yang kita nyalakan adalah peluang, harapan, dan masa depan keluarga,” kata Purbaya.
Dari segi spesifikasi, Bekalista dijelaskan sengaja dirancang sebagai solusi transportasi wisata yang bertenaga, senyap, aman, dan bebas emisi. Kendaraan ini digerakkan oleh motor listrik BLDC Hub 750W dengan Planetary Gear dan ditenagai oleh baterai LiFePO4 48V 30Ah yang dilengkapi dengan BMS & Programmable Controller.
Bekalista disebut mampu melaju dengan kecepatan maksimum 18 km/jam (sesuai SOP sebesar 15 km/jam) dan dengan daya tanjak hingga 10 persen. Dalam satu kali pengisian daya penuh, kendaraan ini dapat menempuh jarak hingga 50 km.
Untuk menjamin keselamatan penumpang dan pengemudi, Bekalista dibekali sistem pengereman ganda (Rem Ganda Disc + Mekanis). Bagian roda menggunakan ukuran 28" 1.5" (Araya Super) dengan jari-jari 12G yang kokoh. Adapun kendaraan ini dirancang untuk kapasitas 1 pengemudi dan 2 penumpang dengan batas beban maksimal sebesar 350 kg.
Ada dua tipe pada becak listrik ini. Pertama, Tipe Istimewa yang memiliki lebar tempat duduk 90 cm yang lebih luas dan nyaman, disebut cocok untuk area wisata premium dengan kapasitas maksimal 2 hingga 3 orang dewasa.
Kedua, Tipe Klasik yang mengusung desain yang lebih ringkas dan lincah dengan lebar kursi 70 cm. Tipe ini dinilai ideal untuk melewati area jalan atau gang yang sempit dengan kapasitas maksimal 2 orang dewasa.
Untuk mendukung operasional Bekalista agar tetap berjalan optimal, disiapkan charging station Bekalista sebagai stasiun pengisian daya listrik wisata yang praktis dan efisien. Stasiun pengisian daya ini mengusung fitur Dual Output dengan 2 kabel soket pengisi daya (charger), memungkinkan pengisian daya untuk dua kendaraan sekaligus secara bersamaan.
Stasiun ini menggunakan tegangan output sebesar 54.6 V 10A. Serta menawarkan fitur pengisian cepat dengan durasi pengisian daya hanya berkisar antara 2 hingga 2,5 jam.
















































