HUBUNGAN Indonesia dan Mesir memasuki babak baru setelah kedua negara sepakat meningkatkan status hubungan bilateral menjadi Kemitraan Strategis. Langkah tersebut ditandai dengan penandatanganan deklarasi bersama yang menjadi hasil kunjungan tingkat tinggi kedua negara pada Oktober 2025.
Duta Besar Mesir untuk Indonesia Yasser Hassan Farag Elshemy mengatakan peningkatan hubungan itu mencerminkan komitmen kedua negara untuk memperluas kerja sama di berbagai sektor prioritas. Pernyataan tersebut disampaikan dalam resepsi Hari Nasional Republik Arab Mesir di Jakarta Selatan, Rabu, 24 Juni 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Menurut Yasser, tiga kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Mesir sejak menjabat menunjukkan komitmen baru kedua negara untuk memperdalam hubungan bilateral.
“Melalui kemitraan strategis ini, Indonesia dan Mesir berkomitmen memperkuat kerja sama di berbagai bidang prioritas. Termasuk politik, ekonomi, keamanan, pertahanan, kebudayaan, pendidikan, serta hubungan antarmasyarakat,” ujar Yasser.
Ia menambahkan bahwa hubungan tersebut dibangun atas dasar saling menghormati dan kesamaan prioritas. “Kunjungan-kunjungan tersebut juga mencerminkan semangat saling menghormati dan kesamaan prioritas, yang menjadikan Indonesia dan Mesir sebagai mitra penting dalam membangun tatanan dunia yang lebih tangguh, damai, dan berkeadilan,” ujarnya.
Kerja Sama Bidang Pendidikan
Selain kerja sama politik dan ekonomi, Yasser menyoroti hubungan historis Indonesia dan Mesir di bidang pendidikan. Menurut dia, ikatan tersebut tercermin dari peran Universitas Al-Azhar yang telah menjadi tujuan pendidikan masyarakat Indonesia selama berabad-abad.
“Mesir dan Indonesia memiliki ikatan budaya serta pendidikan yang istimewa. Hal ini tercermin dari kedudukan terhormat Al-Azhar di hati dan pikiran masyarakat Indonesia selama berabad-abad dan lintas generasi,” katanya.
Al-Azhar setiap tahun menyediakan ratusan beasiswa bagi mahasiswa Indonesia serta mengirim sekitar 70 ulama ke Indonesia. Saat ini, lebih dari 20 ribu mahasiswa Indonesia menempuh pendidikan di Mesir, sebagian besar di Al-Azhar.
“Kami bangga menjadi tuan rumah bagi sekitar 20.000 mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di Mesir. Kami memandang mereka sebagai saudara dan saudari kami sendiri,” ujar Yasser.
Yasser mengatakan pemerintah Mesir bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan serta Kementerian Pendidikan Tinggi Indonesia agar lulusan yang menyelesaikan pendidikan di Kairo dapat lebih mudah memperoleh izin dan menjalankan profesinya setelah kembali ke Tanah Air.
Adapun Menteri Agama Nasaruddin Umar yang hadir mewakili pemerintah Indonesia menyebut kerja sama pendidikan dan kebudayaan sebagai salah satu pilar utama hubungan kedua negara. “Generasi demi generasi mahasiswa Indonesia telah menempuh pendidikan di Mesir, khususnya di Universitas Al-Azhar, salah satu pusat pembelajaran Islam paling terkemuka di dunia,” kata Nasaruddin.
Dukungan Bersama untuk Palestina
Dalam kesempatan yang sama, Yasser juga menyinggung kerja sama Indonesia dan Mesir dalam mendukung rakyat Palestina. Ia mengatakan Mesir terus menjalankan peran diplomatiknya untuk mendorong perdamaian yang adil dan menyeluruh, termasuk melalui penyelenggaraan KTT Perdamaian di Sharm el-Sheikh serta penyaluran bantuan kemanusiaan bagi Gaza.
“Mesir dan Indonesia bekerja sama secara erat untuk memfasilitasi bantuan kemanusiaan bagi Gaza, termasuk bantuan Indonesia yang disalurkan melalui Mesir,” ucapnya. Ia menilai, kerja sama tersebut mencerminkan komitmen bersama kedua negara dalam mendukung perdamaian, stabilitas, dan keadilan di kawasan.

















































