BADAN Antariksa Amerika Serikat atau NASA mengumumkan susunan awak misi Artemis III yang akan menjalani serangkaian pengujian di orbit bumi pada 2027. Misi ini menjadi rangkaian persiapan program pendaratan manusia di bulan.
Ada empat astronaut yang ditunjuk sebagai awak utama, yakni Randy Bresnik dari Amerika Serikat sebagai komandan, Luca Parmitano dari Italia yang mewakili Badan Antariksa Eropa (ESA) sebagai pilot, serta Andre Douglas dan Frank Rubio dari Amerika Serikat sebagai spesialis misi. NASA juga menunjuk Bob Hines sebagai awak cadangan.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Misi Artemis III akan menjadi salah satu penerbangan antariksa berawak paling kompleks yang pernah dilakukan. Dalam misi tersebut, roket Space Launch System (SLS) milik NASA akan meluncurkan wahana Orion beserta awaknya ke orbit rendah bumi.
Setelah pemeriksaan sistem selesai, Orion akan melakukan manuver pertemuan dan penggabungan ke (docking) ke wahana pendarat yang sedang dikembangkan Blue Origin dan SpaceX. Pengujian itu mencakup integrasi perangkat keras dan perangkat lunak, sistem propulsi, komunikasi, serta berbagai teknologi yang akan digunakan dalam misi ke bulan berikutnya.
Administrator NASA Jared Isaacman mengatakan penugasan kru Artemis III menandai langkah penting dalam upaya mengembalikan manusia ke bulan. “Hari ini kami mengambil satu langkah berani lagi dalam kembalinya umat manusia ke bulan, dengan membangun fondasi luar biasa yang telah diletakkan oleh para astronaut Artemis II,” kata Isaacman dalam keterangan tertulis, 9 Juni 2026.
Menurut dia, Artemis III akan menunjukkan kemampuan inovasi Amerika Serikat dan kemitraan internasional dalam menguji operasi pertemuan dan penyambungan wahana yang kompleks. "Misi tersebut akan membutuhkan koordinasi peluncuran roket-roket pengangkut berat dalam skala yang belum pernah dilakukan sebelumnya."
Sementara itu, penunjukan Parmitano juga mencatat sejarah baru karena menjadi astronaut ESA pertama yang ditugaskan dalam program Artemis. Direktur Jenderal ESA Josef Aschbacher mengatakan misi tersebut akan memperluas batas kemampuan operasi wahana antariksa di orbit.
"Penugasan Luca sebagai pilot mencerminkan kedalaman keahlian Eropa dalam penerbangan antariksa berawak dan memanfaatkan pengalaman operasionalnya yang luas dalam situasi bertekanan tinggi,” kata Aschbacher.
Ia menambahkan bahwa modul layanan Eropa yang digunakan pada Orion akan kembali memainkan peran penting dalam misi tersebut.
Skenario Misi Artemis III
NASA menyebut persiapan misi terus berlangsung. Para insinyur dijadwalkan menyatukan modul awak dan modul layanan Orion pada musim panas tahun ini serta memasang sistem docking yang akan digunakan untuk pertama kalinya. Persiapan roket SLS dan pengembangan wahana pendarat bulan oleh Blue Origin dan SpaceX juga terus dilakukan.
Dalam skenario misi yang direncanakan, wahana uji Blue Moon milik Blue Origin akan diluncurkan lebih dahulu dan menunggu di orbit. Setelah itu, Orion yang membawa kru Artemis III akan mendekat dan docking ke wahana tersebut selama sekitar dua hari untuk menjalani berbagai pengujian.
Usai menyelesaikan pengujian bersama Blue Origin, Orion akan berpisah dan menunggu kedatangan wahana uji Starship milik SpaceX. Kedua wahana kemudian akan menjalani pengujian tambahan sebelum Orion kembali ke bumi dan mendarat di Samudra Pasifik.
Secara keseluruhan, kru diperkirakan berada di luar angkasa sekitar dua minggu. NASA menyatakan misi Artemis III akan menjadi tahapan penting menuju pendaratan manusia di kutub selatan bulan dan mendukung persiapan misi berawak ke Mars pada masa depan.
















































