Persaingan Ketat Jalur SNBT Unpad Didominasi Program D4

8 hours ago 12

UNIVERSITAS Padjadjaran (Unpad) menerima 3.196 pendaftar dari jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes atau SNBT 2026. Rinciannya sebanyak 2.800 orang merupakan calon mahasiswa program sarjana (S1) dan 396 diterima program sarjana terapan atau D4. Ada pun jumlah pendaftar SNBT ke Unpad sebanyak 80.541 peserta.

Dari daftar 15 program studi terketat jalur SNBT di Unpad, sebanyak 11 diantaranya atau didominasi oleh program studi D4. Kebidanan paling kompetitif dimana 15 kursinya diperebutkan oleh 1.782 orang dengan tingkat keketatan 0,84 persen. Kemudian Administrasi Pemerintahan dengan 22 kursi diminati 2.046 pendaftar (1,08%), Bisnis Internasional dengan kuota 30 sementara pendaftarnya 2.121 orang (1,41%).

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Program studi D4 lainnya yang kompetitif yakni Pemasaran Digital (1,47%), Teknologi Industri Kimia (1,52%), Kearsipan Digital (1,55%), Bahasa dan Budaya Tiongkok (1,58%), dan Bisnis Logistik (1,78%). Adapun pada program sarjana atau S1 program studi yang ketat pada jalur SNBT di Unpad yaitu Bisnis Digital dengan kuota 37 diminati 1.986 pendaftar (1,86%). Kemudian Teknik Informatika (1,99%), Ilmu Komunikasi (2,02%), dan Rekayasa Kosmetik (2,05%).

Kepala Kantor Komunikasi Publik Unpad Dandi Supriadi tren persaingan ketat terjadi pada program D4 jalur SNBT tahun ini. Dia menduga kondisi itu terjadi karena pendaftar diwajibkan memilih program vokasi atau D4 sebagai alternatif. “Jadi yang tidak lolos pilihan pertama S1, pasti jadi masuk ke pilihan berikutnya dan itu bisa jadi ke vokasi,” katanya, Kamis 28 Mei 2026. 

Calon mahasiswa yang lolos SNBT di Unpad diminta segera melakukan pendaftaran ulang sesuai dengan prosedur dan waktu yang telah ditetapkan. Pada tahap awal pendaftaran ulang mereka diwajibkan melengkapi biodata dan mengunggah dokumen sesuai persyaratan mulai 26 Mei sampai 3 Juni 2026  pukul 17.00 WIB.

Sementara itu di Universitas Pendidikan Indonesia, persaingan ketat jalur SNBT terjadi di program studi non-kependidikan. Program studi S1 kedokteran menjadi yang terketat yaitu sebanyak 748 pendaftar memperebutkan 15 kursi calon dokter. Tingkat keketatan program studi kedokteran ini berada pada angka 2,01 persen. 

Program studi S1 lain yang ketat pada jalur SNBT di UPI adalah Ilmu Komunikasi dengan kuota 36 sementara peminatnya 1.709 orang (2,11%). Kemudian psikologi hanya menerima 76 orang dari 3.039 pendaftar (2,50%), program studi survei pemetaan dan informasi geografis dengan kuota 45 diminati 1.615 orang (2,79%). Sementara manajemen menyediakan 60 kursi dengan total peminat 1.950 orang (3,08%). “Data ini menunjukkan bahwa program studi di bidang kesehatan, komunikasi, bisnis, dan ilmu sosial masih menjadi pilihan utama calon mahasiswa,” kata Kepala Kantor Komunikasi, Informasi, dan Pelayanan Publik UPI Vidi Sukmayadi dalam keterangannya, Selasa 26 Mei 2026.

Menurutnya mayoritas peminat memilih program studi favorit sebagai pilihan pertama. Pada program studi psikologi misalnya, sebanyak 1.644 peserta atau sekitar 54,1 persen menjadikannya sebagai pilihan pertama. Fenomena serupa pada ilmu komunikasi yang dipilih 833 peminat sebagai pilihan pertama atau sekitar 48,7 persen dari total peminat. Sementara pada program studi Manajemen, sebanyak 865 peserta atau sekitar 44,4 persen menempatkannya sebagai pilihan utama.

Namun begitu ada anomali pada program studi survei pemetaan dan informasi geografi. “Sebagian besar peminat justru berasal dari pilihan ketiga dengan jumlah mencapai 1.236 peserta atau sekitar 76,5 persen dari total peminat,” ujar Vidi. Lewat jalur SNBT dengan ujian tulis berbasis komputer (UTBK) ini kampus UPI yang tersebar di enam daerah menerima 5.576 orang dari total 56.670 peserta. Persentase penerimaan secara umum berada pada kisaran 9,84 persen dari total pendaftar.

Read Entire Article
Parenting |