Pertamina Hulu Rokan Potensi Tambah Produksi 2 Ribu Bph

6 hours ago 9

TEMPO.CO, Jakarta - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) mencatat potensi produksi awal sebesar 2.035 barel minyak per hari (BOPD) dari sumur Menggala South-21 di Wilayah Kerja (WK) Rokan. Berdasarkan hasil uji produksi awal, sumur tersebut memiliki water cut 0 persen yang menunjukkan kualitas minyak yang dihasilkan sangat baik.

General Manager Zona Rokan, Andre Wijanarko, mengatakan keberhasilan Sumur Menggala South-21 menunjukkan lapangan eksisting di Blok Rokan masih memiliki potensi produksi yang besar.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

"Capaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh tim yang mampu mengeksekusi program pengeboran secara selamat, efisien, dan berkualitas sehingga memberikan tambahan potensi produksi yang signifikan bagi perusahaan dan negara," kata Andre dikutip dari keterangan tertulis, Jumat, 24 Juli 2026.

Sumur Menggala South-21 merupakan sumur infill berarah tipe J yang menargetkan reservoir Formasi Menggala pada kedalaman sekitar 4.146 kaki. Pengeboran dimulai pada Juni 2026 dan selesai pada 19 Juli 2026.

Andre mengatakan selama pengeboran PHR menghadapi sejumlah tantangan teknis, seperti long open hole section, potensi sloughing shale, loss circulation, fault crossing, hingga risiko differential sticking pada interval produksi. Meski demikian, perusahaan menyelesaikan pekerjaan melalui perencanaan dan pelaksanaan operasi yang dinilai tepat.

PHR menyelesaikan pengeboran sumur tersebut 9 persen lebih cepat dari rencana dan mencatat efisiensi biaya sebesar 44 persen. Operasi menggunakan Rig GW-337 berkapasitas 550 HP Electric Rig juga berlangsung tanpa insiden keselamatan kerja.

Menurut Andre, hasil tersebut memperkuat prospek pengembangan lapangan di area Menggala dan sekitarnya. PHR akan melanjutkan evaluasi bawah permukaan (subsurface) dan optimasi pengembangan lapangan untuk mendukung peningkatan produksi minyak nasional.

PT Pertamina Hulu Rokan merupakan anak usaha PT Pertamina Hulu Energi (PHE) yang mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Wilayah kerja seluas sekitar 6.200 kilometer persegi itu mencakup tujuh kabupaten/kota di Provinsi Riau, memiliki 80 lapangan aktif, sekitar 11.300 sumur, dan 35 gathering station. Saat ini, Zona Rokan menyumbang sekitar seperempat produksi minyak mentah nasional atau sepertiga produksi minyak Pertamina.

Read Entire Article
Parenting |