Purbaya Prediksi Defisit APBN 2026 Melebar

1 week ago 16

MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memprediksi defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 membengkak Rp 45,2 triliun dari target awal Rp 689,1 triliun. Bendahara negara menyatakan defisit anggaran tahun ini diprediksi Rp 734,3 triliun atau 2,85 persen hadap produk domestik bruto (PDB).

Pernyataan tersebut disampaikan saat ia melaporkan realisasi APBN semester I dan prognosis semester II 2026 dalam rapat dengan Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat (Banggar DPR) di Senayan, Jakarta, Selasa, 7 Juli 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Outlook defisit APBN tercatat sebesar Rp 734,3 triliun dengan presentasi sebesar 2,85 persen terhadap PDB. Dengan demikian, outlook pembiayaan anggaran menjadi sebesar Rp 734,3 triliun,” ujar Purbaya.

Sebelumnya pemerintah menargetkan defisit APBN sepanjang 2026 sebesar Rp 689,1 triliun atau 2,68 persen terhadap PDB. Kenaikan defisit disebabkan pergeseran angka pendapatan dan belanja dari target awal. 

Dalam laporan terkini, ia memperkirakan belanja negara sampai akhir 2026 akan mencapai Rp 3.982,4 triliun atau naik dari target sebelumnya Rp 3.842,7 triliun. Kenaikan terjadi dari sisi belanja pemerintah pusat hingga transfer ke daerah. 

Perkiraan anggaran belanja yang meningkat ditunjukkan untuk mendukung program prioritas pembangunan, menjaga stabilitas harga pangan, dan daya beli masyarakat. Selain itu juga untuk mendukung penyelenggaraan pemerintahan daerah penanggulangan bencana dan tambahan otonomi khusus. “Selain itu, outlook belanja tersebut sudah memperhitungkan tambahan sebesar Rp 132 triliun untuk pembayaran kewajiban pemerintah, subsidi dan kompensasi,” ucap Purbaya.

Sedangkan pendapatan negara hingga akhir tahun diperkirakan akan mencapai Rp 3.208,1 triliun dari target awal Rp 3.153,6 triliun. Meski angkanya naik, penerimaan pajak diprediksi hanya 98 persen dari target. Penerimaan pajak sepanjang 2026 diprediksi hanya Rp 2.310,8 triliun dari target awal Rp 2.357,7 triliun.

Namun, Menteri Keuangan menyatakan pemerintah berupaya meningkatkan penerimaan pajak hingga bisa naik lebih tinggi dari proyeksi ini. Caranya dengan efisiensi pegawai pajak, perbaikan Coretax dan prosedur tanpa menciptakan pajak baru.

Pemerintah juga memastikan defisit APBN masih akan di bawah 3 persen terhadap PDB dan proyeksi defisit 2,85 persen masih bisa diturunkan. “Saya yakin kita masih bisa menekan defisit ini ke bawah,” ucapnya.

Read Entire Article
Parenting |