Ramai Warga AS Suntik Peptida. Seberapa Aman untuk Tubuh?

1 week ago 57

PROMOSI para binaragawan pendukung gerakan “Make America Healthy Again” belakangan mendorong tren pemakaian suntikan peptida untuk kebugaran tubuh di Negeri Abang Sam. Para penggerak tren itu mengklaim bahwa suntikan peptida bisa membuat tubuh lebih sehat, membangun otot, serta meningkatkan libido.

Meski populer di di media sosial, para ahli belakangan mengingatkan soal minimnya bukti klinis dan risiko keamanan di balik tren ini. Peptida, bila dijelaskan secara umum, merupakan rantai pendek asam amino yang menjadi bahan penyusun protein. Di dalam tubuh, peptida alami seperti insulin atau hormon pertumbuhan berfungsi sebagai molekul pengirim sinyal.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Beberapa jenis peptida terpopuler saat ini adalah BPC-157 dan TB-500 yang diklaim mampu mempercepat regenerasi jaringan, serta GHK-Cu dan KPV untuk antipenuaan dan antiinflamasi. Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat telah melarang peredarannya pada 2023 lalu karena risiko keamanan yang tinggi.

Menurut ulasan di Live Science pada 5 Juli 2026, beberapa binaragawan yang meramaikan tren “Make America Healthy Again” menyebut suntikan peptida ipamorelin dan CJC-1295 ampuh membantu membentuk otot. Suntikan ini meningkatkan pelepasan hormon pertumbuhan massa otot. Namun bukti ilmiah untuk pemakaiannya juga masih sedikit.

Ada juga beberapa individu yang menggabungkan ipamorelin dengan obat GLP-1 untuk menurunkan lemak sambil membangun otot. Namun sekali lagi kegunaan suntikan ini belum dipelajari.

Meski ulasan di platform sosial seperti Reddit dan TikTok sangat positif, para dokter dan peneliti mengungkapkan bahwa sebagian besar klaim tersebut baru diuji pada hewan. Data uji klinis pada manusia masih sangat terbatas, sehingga efektivitas nyata serta dosis aman bagi manusia belum dapat dipastikan secara ilmiah.

“Tidak hanya efeknya yang bersifat anekdot, tetapi juga dosisnya,” ujar Dan Cushman, dokter kepakaran olahraga di University of Utah. Dia menambahkan, informasi soal kandungan sebagian besar peptida masih abu-abu, apalagi soal penggabungan satu suntikan peptida dengan peptida lainnya.

Read Entire Article
Parenting |