Rano Karno Luncurkan Jakarta Film Commission

2 hours ago 7

WAKIL Gubernur DKI Jakarta Rano Karno meresmikan Jakarta Film Commission (JFC) di Djakarta Theater, Jakarta Pusat pada Jumat, 26 Juni 2026. JFC dibentuk sebagai wadah untuk membangun ekosistem perfilman di Jakarta sekaligus mendorong ibu kota menjadi kota sinema bertaraf internasional.

Dalam sambutannya, Rano mengatakan pembentukan Jakarta Film Commission merupakan langkah awal dari perjalanan panjang Jakarta menuju kota sinema. Menurut dia, seluruh kota yang berhasil membangun industri film kuat umumnya memiliki lembaga film yang berperan mengembangkan ekosistem perfilman. “Jakarta ingin menjadi kota sinema, tapi itu membuat waktu yang cukup panjang,” ujarnya dalam sambutan peresmian JFC.

Rano mencontohkan pengalaman negara Korea, kata dia, Busan menunjukkan bahwa membangun kota sinema merupakan proses jangka panjang, dibutuhkan sekitar 20 tahun untuk membangun ekosistem perfilman melalui film commission. "Semua kota yang menjadi kota sinema melalui mekanisme film commission. Film commission adalah yang membangun ekosistem perfilman," katanya.

Rano menilai Jakarta memiliki modal besar untuk menjadi lokasi produksi film. Selain kekayaan budaya, Jakarta juga memiliki lanskap perkotaan yang beragam serta kehidupan masyarakat yang dinamis.

Bersamaan dengan peluncuran JFC, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga memperkenalkan program Filming in Jakarta yang ditujukan untuk menarik lebih banyak rumah produksi nasional maupun internasional melakukan syuting di Ibu Kota.

Rano mengungkapkan sejumlah perusahaan produksi internasional mulai menunjukkan minat untuk berproduksi di Indonesia. Ia menyebut Netflix berencana menggarap enam film lagi di Indonesia, sementara sejumlah rumah produksi asal Korea Selatan juga tengah menjajaki lokasi syuting.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno saat meresmikan Jakarta Film Commission (JFC) di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, 26 Juni 2026. Tempo/Epi Susanti

Rano bercerita, saat berkunjung ke Bali untuk menghadiri forum APOS (Asia Pacific Video Operators Summit), ia mendapat perspektif baru mengenai perkembangan industri kreatif. Dalam forum tersebut, ia mengaku terkejut melihat sebuah presentasi yang memproyeksikan bahwa dalam enam tahun ke depan kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI) akan membawa perubahan besar bagi industri di seluruh dunia.

Menurut dia, AI merupakan perkembangan teknologi yang tidak bisa dihindari. Meski ada kekhawatiran teknologi itu dapat mengurangi ruang kreativitas, AI tetap harus dihadapi dan dimanfaatkan.

Rano mengatakan sempat berbincang dengan General Manager Netflix yang menyampaikan bahwa perusahaan tersebut akan membuka kanal khusus untuk konten dan film berbasis AI. Menurut dia, langkah itu menunjukkan AI akan menjadi bagian penting dalam perkembangan industri perfilman ke depan. “Saya juga berbicara dengan General Manager Netflix. Mereka akan membuka kanal khusus untuk film berbasis AI”, katanya.

Rano mengatakan minat rumah produksi asing untuk melakukan syuting di Indonesia terus meningkat. Menurut dia, Netflix berencana menggarap enam film lagi di Indonesia. Selain itu, ia mengaku telah bertemu dengan rumah produksi asal Korea Selatan yang akan memproduksi empat film. Semula mereka berencana mengambil lokasi syuting di Bali, tetapi akhirnya memilih Kepulauan Seribu. “Netflix akan shooting di Indonesia membuat 6 film lagi. Saya kemarin ketemu dengan Korea yang akan membuat 4 film,” kata Rano.

Selain itu, ia juga bertemu dengan produser dari Malaysia yang ingin melakukan syuting di Jakarta, begitu pula dengan pihak Brunei Darusalam dan Singapura. Menurutnya sektor ekonomi kreatif memang harus bergerak dan berkembang.

Rano melihat peluang besar bagi pertumbuhan industri film Indonesia. Berdasarkan data, kata dia, jumlah penonton film Indonesia dari Januari hingga Juni tahun ini telah mencapai sekitar 36 juta orang, diyakini hingga akhir tahun ini jumlahnya bisa mencapai 120 juta orang.

Melalui Jakarta Film Commission dan program Filming in Jakarta, Rano berharap Jakarta semakin menarik bagi pelaku industri perfilman, baik dari dalam maupun luar negeri. Ia menyebut pembentukan JFC sebagai langkah awal membangun fondasi industri film yang berkelanjutan. 

Read Entire Article
Parenting |