Review The Furious: Sampaikan Narasi Lewat Adegan Bela Diri

4 hours ago 12

AKSI balas dendam yang panjang dan emosional tersaji di film laga The Furious karya Kenji Tanigaki. Konflik bermula saat Wang Wei (Xie Miao) tak sekadar ingin menyelamatkan putrinya yang diculik jaringan krriminal dan tak mendapatkan bantuan dari polisi korup, melainkan berlanjut ke aksi balas dendam.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Film ini diproduseri Frank Hui, Bill Kong, dan Shan Tam dengan menghadirkan dua aktor asal Indonesia Joe Taslim dan Yayan Ruhian. Ada unsur membangkitkan semangat visual era keemasan sinema Hongkong pada 1980 hingga 1990-an. Selain itu, tersebar aksi bela diri yang mumpuni dan koreografi yang rumit sehingga menampilkan suasana yang menegangkan.

Namun dalam film, narasi yang disampaikan secara dialog amat singkat. Kekurangan narasi pada dialog justru dilengkapi melalui adegan-adegan laga yang menegangkan. Kenji Tanigaki sebagai sutradara dan produser Bill Kong punya niat yang sama untuk menjadikan The Furious sebagai film seni bela diri.

Pemeran utama Xie Miao yang menghiasi layar kaca sinema Hongkong di era 1990-an, beradu akting dengan Jet Li di New Legend of Shaolin, kini kembali menghibur penggemarnya sekaligus membawa nostalgia. Ia memerankan Wang Wei sebagai tukang serabutan bisu yang masa lalunya penuh tanda tanya. Ia hidup bersama anak perempuan bernama Rainy diperankan Yang Enyou. Saban hari anak perempuan itu dilatih bela diri sebagai persiapan karena suatu hari dirinya akan meninggalkan anaknya.

Penampilan Enyou sebagai aktor cilik laga juga mampu mengimbangi aktor senior lainnya untuk menyampaikan karakternya. Misalnya adegan saat wang mengejar truk geng kriminal yang mencuri Rainy, Wang mengejarnya berlari tanpa alas kaki. Wang juga menggunakan apa saja yang ada didekatnya untuk menjadi senjata melawan gerombolan kriminal.

Di momen-momen menegangkan seperti itu, kehadiran Rainy yang di adegan awal terlihat berlatih bela diri dengan ayahnya, mengimplementasikan keterampilan bela dirinya untuk membantu ayahnya.

Film ini menampilkan jajaran aktor Asia yang telah berjibaku dengan sinema internasional, salah satunya Joe Taslim yang terkenal lewat The Raid: Redemption lalu berlanjut ke film Fast & Furious 6. Perannya sebagai karakter Navin di film ini menghubungkan dirinya dengan Wang. Navin mencari istrinya yang bekerja sebagai jurnalis dengan tugas menginvestigasi kasus perdagangan anak. Senada, Wang mencari anaknya yang diculik untuk diperdagangkan.

Dalam kelompok kriminalitas, umum ditemukan sosok bos yang duduk di kursi megah sekadar menantikan laporan dari anak buahnya di lapangan. Namun dalam film ini bos Paklung yang diperankan Joey Iwanaga justru terlibat dalam perkelahian di banyak adegan. Ia bahkan melakukan pembantaian terhadap keluarganya bagaikan orang sosiopat.

Secar keseluruhan, film ini mencoba membangun ketegangan lewat hubungan emosional ayah dengan anak, lalu menampilkan perkelahian satu lawan satu. Setelah ketegangan terbangun, Kenji Tanigaki, menambahkan intensitas ketegangan lewat adegan-adegan perkelahian saat Wang dan Navin menghadapi segerombolan kriminal lokal.

Namun dari keseluruhan adegan perkelahian yang tersaji sepanjang film, puncaknya adalah perkelahian lima orang yang menampilkan kelima pemeran utama, dengan akhiran yang menghadirkan Rainy untuk menambah sisi emosional.

Read Entire Article
Parenting |