Semarang Kian Inklusif, Masuk Tiga Besar Kota Toleran Nasional

4 hours ago 6

INFO NASIONAL - Kota Semarang kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu kota paling toleran di Indonesia dengan meraih peringkat tiga nasional dalam ajang Indeks Kota Toleran (IKT) 2025. Penghargaan dari SETARA Institute tersebut diterima oleh Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng yang diwakili Kepala Kesbangpol Bambang Pramusinto dalam seremoni yang digelar di Jakarta, Rabu, 22 April 2026.

Agustina Wilujeng pun mengucapkan terima kasih kepada SETARA Institute atas kepercayaan ini, sehingga Kota Semarang kembali menjadi bagian dari kota dengan skor toleransi tertinggi di Indonesia. “Bagi kami ini bukan garis akhir, melainkan pengingat bahwa merawat keberagaman adalah kerja yang tidak pernah selesai," ujar Agustina.

Capaian tahun 2025 ini memperpanjang catatan positif Kota Semarang yang terus konsisten menjadi kota tertoleran dalam lima tahun terakhir. Berdasarkan data historis, Kota Semarang menunjukkan tren yang sangat baik, dimulai dari peringkat 12 pada tahun 2021, melesat ke peringkat 7 pada 2022, masuk ke posisi 5 pada 2023, hingga menduduki peringkat 3 pada tahun 2024. Konsistensi ini mencerminkan komitmen kuat Pemerintah Kota Semarang dalam menghadirkan kebijakan yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

"Keberagaman dan toleransi kami ibaratkan seperti bunga yang tumbuh di taman kota. Ia tidak perlu diminta untuk indah, tidak perlu dipuji untuk harum. Ia tetap mekar, memberi warna, dan menghidupkan ruang di sekitarnya. Dan tugas kami adalah memastikan taman itu tetap terawat," lanjutnya.

Agustina menekankan, kebijakan yang inklusif serta perjumpaan lintas iman yang hangat menjadi kunci utama mengapa harmoni di Ibu Kota Jawa Tengah ini terus terjaga dengan sangat baik. "Di kota Semarang, toleransi tidak menunggu panggung dan event. Ia hidup di kampung-kampung, di ruang ibadah, di ruang publik dan laku keseharian warga kami. Maka penghargaan ini kami persembahkan untuk seluruh warga Kota Semarang," tegas Agustina.

Penghargaan ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh pihak, mulai dari tokoh agama, komunitas lintas iman, hingga generasi muda, untuk terus berkolaborasi menjaga stabilitas sosial. Dengan semangat menjadikan Semarang sebagai rumah bersama yang hangat dan aman, pemerintah berkomitmen bahwa keberagaman yang dirawat dengan hati akan menjadi fondasi kuat bagi masa depan kota yang lebih hebat dan damai. (*)

Read Entire Article
Parenting |