Stop Asal Layering! Ini Cara Pakai Skincare Tanpa Merusak Skin Barrier

8 hours ago 3

CANTIKA.COM, Jakarta - Tren layering skincare dan perawatan instan yang menjanjikan kulit glowing dalam waktu singkat memang semakin populer. Namun di balik itu, ada risiko yang sering kali diabaikan: kerusakan skin barrier akibat penggunaan produk yang terlalu “keras” dan treatment yang berlebihan.

Menurut dr. Hafiza Fathan, Sp.DVE, FINSDV, salah satu kesalahan paling umum adalah penggunaan skincare yang terlalu agresif, baik dari segi kandungan maupun frekuensi. Akibatnya, kulit yang awalnya normal justru bisa berubah menjadi sensitif dan rentan iritasi.

“Pakai produk yang too harsh, layering skincare terlalu banyak, treatment yang terlalu agresif. Saking pengen glowing instan, banyak yang akhirnya ‘memborong’ berbagai treatment sekaligus, bahkan di tempat yang berbeda dalam waktu berdekatan,” jelas dr. Hafiza dalam talkshow ISISPHARMA Dermfluencer Movement di Jakarta, Sabtu, 23 Mei 2026.

Keinginan mendapatkan hasil cepat sering membuat seseorang menjalani berbagai treatment dalam waktu singkat. Padahal, tindakan ini justru bisa merusak lapisan pelindung kulit.

Treatment A, B, C dilakukan berdekatan, padahal semuanya agresif. Ini yang akhirnya bikin skin barrier rusak. Tadinya normal, malah jadi sensitif,” ungkapnya.

Skin barrier sendiri berfungsi sebagai pertahanan terluar kulit—melindungi dari iritasi, bakteri, hingga perubahan lingkungan. Ketika fungsi ini terganggu, kulit akan lebih mudah mengalami kemerahan, perih, bahkan breakout.

Saat kulit sudah memasuki fase sensitif, langkah pertama yang perlu dilakukan bukan menambah produk, melainkan mengembalikan kondisi kulit ke titik normal.

“Biasanya kita obati dulu keadaan sensitifnya. Kita cari penyebabnya, lalu lakukan terapi yang sifatnya soothing atau calming. Fokusnya adalah mengembalikan skin barrier,” jelas dr. Hafiza.

Ia menambahkan bahwa proses ini bisa berbeda pada setiap orang, tergantung tingkat kerusakan dan pemicunya. “Ada yang membaik dalam hitungan hari, tapi ada juga yang butuh beberapa minggu bahkan bulan,” tambahnya.

Dermfluencer Movement Jadi Gebrakan Baru Edukasi Digital Dermatologi di Indonesia

Dermatologist dr. Hafiza Fikri, Sp.DVE, FINSDV, PGC, owner of ISISPHARMA Gregoire Dewavrin, dan President Director PT Regenesis Ir. Emmy Noviawati menjadi narasumber dalam talkshow ISISPHARMA Dermfluencer Movement di Jakarta, Sabtu, 23 Mei 2026/Foto: Cantika/Ecka Pramita

ISISPHARMA bersama Regenesis Indonesia menghadirkan gebrakan baru melalui workshop "ISISPHARMA Dermfluencer Movement: Influence with Impact", sebuah inisiatif fresh yang menggabungkan dunia dermatologi, estetika medis, dan digital communication dalam satu platform edukatif.

ISISPHARMA merupakan French dermatological laboratory yang dikenal melalui pengembangan dermo-cosmetic berbasis science dan clinical research untuk berbagai indikasi kulit spesifik seperti acne, hyperpigmentation, redness, sensitive skin, hingga atopic skin. Sebagai bagian dari Dewavrin Group berdiri sejak tahun 1987 dan berpusat di Lyon France, ISISPHARMA memiliki fondasi kuat dalam dermatological science dan innovation serta terus menghadirkan solusi skincare yang targeted dan evidence-based bagi kebutuhan pasien modern.

ISISPHARMA mempercayakan Regenesis Indonesia yang dipimpin oleh Ibu Emmy Noviawati selaku President Director sebagai official partner di Indonesia lebih dari 13 tahun untuk menghadirkan inovasi produk dermatocosmetics yang mendukung treatment dokter Sp.DVE maupun GP Aesthetic. Kolaborasi ini menjadi strategi baru ISISPHARMA Indonesia dalam mendukung edukasi berdasarkan ilmiah untuk masyarakat Indonesia dengan menggunakan sarana sosial media.

Berbeda dari kegiatan edukasi yang umum, ISISPHARMA Dermfluencer Movement menghadirkan kolaborasi antara dokter, ISISPHARMA, dan external speaker di bidang digital strategist untuk membahas strategi personal branding, patient engagement, hingga membangun kepercayaan pasien di era digital. Dr. dr. Idrianti Idrus, Sp.DVE membahas pentingnya personal branding bagi tenaga medis, Victoria Wong membawakan strategi content digital yang impactful, sementara dr. Hafiza Fikri, Sp.DVE, FINSDV, PGC membagikan insight mengenai pembangunan kredibilitas klinik melalui platform digital. Semuanya tentunya mengacu kepada standar Kemenkes RI dalam berpromosi.

Dini Ika Pratiwi selaku Marketing Head Skincare Regenesis Indonesia menjelaskan bahwa Dermfluencer Movement merupakan langkah strategis ISISPHARMA dalam memperluas peran tenaga medis sebagai trusted educator di era digital, sekaligus memperkuat hubungan antara science-based skincare dan kebutuhan pasien yang semakin kompleks.

Dalam kesempatan ini, ISISPHARMA juga memperkenalkan inovasi produk terbaru seperti SECALIA Series untuk atopic skin, sekaligus memperkuat awareness pengunaan produk ISISPHARMA untuk berbagai indikasi. Produk-produk unggulan, termasuk NEOTONE yang telah dikenal sebagai solusi untuk kasus pigmentasi yang penggunaannya setara dengan HQ 4 persen. 

Bukan hanya untuk wajah tetapi juga body dan area mata.  Dan produk RUBORIL sebagai solusi untuk kulit sensitif disertai kemerahan, yang terbukti efektif termasuk kombinasi dengan laser terkini VBeam Candela. 

Workshop ini diselenggarakan pada Minggu, 24 Mei 2026 di Top Golf Fatmawati, Jakarta. Acara ini akan dihadiri oleh dokter, pemilik klinik, serta komunitas medical aesthetics dan dermatologi di Jabodetabek dan bersifat Hybrid oleh  dokter-dokter di luar Jabodetabek. Harapannya workshop ini akan memperkaya wawasan para dokter dan semakin aktif dalam melakukan edukasi serta bijak dalam bersosial media.

ECKA PRAMITA 

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.

Read Entire Article
Parenting |