UI Perkuat Komitmen Keberlanjutan di THE Global Sustainable Development Congress 2026

5 hours ago 7

INFO TEMPO - Universitas Indonesia (UI) berpartisipasi dalam Times Higher Education (THE) Global Sustainable Development Congress (GSDC) 2026 yang berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten, pada 22–25 Juni 2026. Forum internasional ini mempertemukan perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan berbagai pemangku kepentingan untuk mempercepat pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).

Melalui booth pameran dan keterlibatan aktif dalam berbagai sesi diskusi, UI mempromosikan program internasional, peluang kemitraan di bidang keberlanjutan, serta inovasi hijau karya sivitas akademika. Keikutsertaan ini menjadi momentum bagi UI untuk memperluas jejaring global, bertukar pengetahuan, mempelajari praktik terbaik dunia, dan menjajaki kolaborasi strategis dengan berbagai institusi internasional.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Salah satu pembicara dari UI, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Sumber Daya, Ahmad Gamal tampil dalam sesi "Smart Cities for a Sustainable Tomorrow" pada Selasa, 23 Juni 2026. Dalam forum tersebut, ia membahas pemanfaatan kecerdasan buatan dan data real-time untuk perencanaan kota, penguatan ketahanan infrastruktur terhadap isiko iklim, serta pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem kota cerdas yang berkelanjutan.

Melalui presentasinya yang berjudul "From Smart Technologies to Smart Urban Management: Lessons from Indonesia and the Global South", ia menyoroti perubahan paradigma pembangunan kota cerdas. Menurutnya, keberhasilan smart city tidak lagi ditentukan oleh kecanggihan teknologi semata, melainkan oleh kemampuan memperkuat tata kelola perkotaan, mendorong keberlanjutan, dan menciptakan keadilan sosial.

"Berdasarkan pengalaman Indonesia dan negara-negara Global South, berbagai tantangan perkotaan, seperti banjir, ketimpangan ruang, keterjangkauan hunian, degradasi lingkungan, dan lemahnya koordinasi antarlembaga, sering kali bukan disebabkan oleh kurangnya data, melainkan tentang bagaimana mengelola pertumbuhan kota dan menerjemahkan informasi menjadi kebijakan serta tindakan yang efektif," ujarnya.

Gamal juga menekankan lima aspek utama pengembangan kota cerdas, antara lain tata kelola spasial berbasis data, pengelolaan pertumbuhan perkotaan, pengukuran keberhasilan melalui indikator keberlanjutan, penguatan ketahanan kota terhadap perubahan iklim, serta pengurangan kesenjangan agar manfaat teknologi dan pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat.

Ia menegaskan evolusi konsep smart city menunjukkan pergeseran dari fokus pada pengumpulan data menuju kemampuan mengelola transformasi perkotaan secara menyeluruh. Kota yang berhasil di masa depan bukanlah kota dengan teknologi paling maju, melainkan kota yang mampu memanfaatkan teknologi untuk menciptakan lingkungan yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.

Booth UI dalam acara THE Global Sustainable Development Congress (GSDC) 2026 di ICE BSD, Tangerang, Banten, pada 22–25 Juni 2026. Pada booth tersebut, UI mempromosikan program internasional, peluang kemitraan di bidang keberlanjutan, serta inovasi hijau karya sivitas akademika. Dok. UI

Partisipasi Universitas Indonesia dalam THE GSDC 2026 mencerminkan komitmen universitas untuk berkontribusi dalam penyelesaian berbagai tantangan global. Melalui forum ini, UI memperkuat perannya sebagai mitra strategis dalam mendorong pembangunan berkelanjutan di Indonesia maupun tingkat global. (*)

Read Entire Article
Parenting |